Tampilkan postingan dengan label BJ Habibie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BJ Habibie. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2019

Warisan BJ Habibie untuk Indonesia dan Dunia

Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu 11 September 2019 sekitar pukul 18.05 WIB. Kepergian BJ Habibie adalah kehilangan bagi Indonesia, bahkan dunia.

BJ Habibie adalah sosok ilmuwan sekaligus teknokrat yang banyak meninggalkan warisan bagi Tanah Airnya. Kejeniusan doktor konstruksi pesawat lulusan Jerman itu bahkan diakui dunia, terutama di bidang teknologi dirgantara.

Tak hanya jenius dalam perancangan pesawat. Mr Crack, demikian sebutan Habibie di kalangan dirgantara dunia, juga meninggalkan banyak warisan di Tanah Air. Mulai dari politik dan pemerintahan hingga bidang ekonomi.

Apa saja warisan BJ Habibie? Bagaimana perjalanan hidupnya? Simak dalam Infografis berikut ini:



Rabu, 11 September 2019

Salat Ghaib dan Doa Bersama Petugas Haji untuk BJ Habibie


Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar salat ghaib dan doa bersama untuk mendoakan Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang wafat di Tanah Air, Rabu (11/9/2019) ini. Doa bersama berlangsung di Kantor Urusan Haji (KUH) Madinah.

Doa bersama berlangsung usai salat maghrib dan dihadiri sekitar 50 PPIH. Hadir pula Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali dan Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir.

"Kami melaksanakan doa untuk Profesor Doktor Baharuddin Jusuf Habibie karena beliau adalah tokoh nasional yang memiliki reputasi internasional dan kita merasa kehilangan tokoh nasional," jelas Dirjen Nizar Ali.

Dia menuturkan salat ghaib dan doa bersama sebagai bentuk keprihatinan dan menyampaikan doa agar Almarhum BJ Habibie diterima di sisi Allah SWT. Acara dimulai usai salat maghrib, dilanjutkan salat ghaib dan membaca surah Yasin.

Dia menuturkan, kegiatan doa bersama merupakan hal yang biasa dilakukan bila saat pelaksanaan operasional haji ada tokoh nasional yang meninggal dunia.

"Hampir setiap kali pelaksanaan operasional haji, bila ada tokoh nasional meninggal maka dilaksanakan salat ghaib dan doa untuk almarhum," tutur dia.

BJ Habibie Meninggal, Rumah Duka Mulai Ramai Didatangi Keluarga


Rumah duka Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie  di Patra Kuningan XIII Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan mulai ramai didatangi keluarga.

Dari pantauan Liputan6.com di lokasi, sejumlah kerabat berkumpul dan nampak berbincang-bincang di halaman rumah. Begitu pula dengan anggota Paspampres yang sibuk mondar-mandir di rumah duka.

Berbagai perlengkapan pun telah disiapkan pihak keluarga, seperti tenda-tenda yang didirikan  di depan rumah BJ Habibie. Nampak para awak media pun mulai memadati kediaman BJ Habibie.

Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun.

Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu (11/9/2019). Kabar tersebut disampaikan putra sulung Thareq Kemal Habibie di RSPAD, Jakarta.

Sebelumnya, sejumlah orang berbatik terlihat menggelar rapat di halaman kediaman BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka mendengarkan arahan dari pihak keluarga untuk prosesi penyerahan jenazah.

Sebelumnya, kabar duka datang dari BJ Habibie. Presiden ke-3 Republik Indonesia itu meninggal dalam usia 83 tahun. Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019. Kabar tersebut disampaikan Thareq Kemal Habibie.

"Kenapa meninggal saya katakan gagal jantung. Karena sudah menua, organ melemah dan tidak kuat lagi," kata Thareq dalam jumpa pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Thareq menyebut, tim dokter sudah melakukan tindakan yang terbaik untuk ayahnya, BJ Habibie. BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun.

"Jantungnya menyerah," ujar dia.

Hanung Bramantyo Bergetar Saat Dengar Kabar Meninggalnya BJ Habibie


Indonesia kehilangan lagi satu putra terbaiknya. Presiden RI ke-3, BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019).

Kabar meninggalnya BJ Habibie ini mengejutkan banyak orang. Salah satunya adalah Hanung Bramantyo, sutradara yang menggarap film Habibie & Ainun 3.

Bahkan ketika mendapat kabar meninggalnya BJ Habibie, jelas sekali terdengar suara Hanung Bramantyo begitu bergetar.

"Belum (dengar kabarnya). Sudah meninggal ya, innalillahi waina lillahirajiun. Saya memang tadi ditelepon sama Reza (Rahadian) kalau bapak kritis, lalu kemudian saya menghubungi Pak Manoj karena pak Rudi selaku asisten pribadinya tidak bisa ditelepon," kata Hanung Bramantyo kepada wartawan dengan suara bergetar saat dihubungi pada Rabu (11/9/2019).

Lebih lanjut, Hanung Bramantyo mengaku memang tengah menunggu kabar lanjut dari BJ Habibie. Terakhir dari sepengetahuannya, BJ Habibie sudah tidak bisa ditemui dan tidak sadarkan diri.

"Pak Manoj juga mengatakan bahwa beliau sudah tidak bisa ditemui, tidak sadar, tapi tidak bisa berbuat apa-apa semuanya dan kita hanya bisa menunggu. Kita saat ini sedang menunggu jawaban dari Reza dan kabar dari Pak Manoj. Dan saya baru dapat kabar dari Anda," lanjut Hanung Bramantyo.

Minggu, 08 September 2019

Dirawat Intensif, Ini Riwayat Penyakit yang Pernah Diidap BJ Habibie


Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih akrab disapa BJ Habibie mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Belum diketahui jelas apa yang menyebabkan Presiden RI ke-3 ini harus dirawat.

"Dengan hormat bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak B.J. Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto," ujar Sespri B.J Habibie, Rubijanto, seperti yang diberitakan detikcom.

Pada Agustus tahun 2018 lalu, Habibie juga sempat dirawat di RSPAD karena mengalami kelelahan. Pada bulan Maret di tahun yang sama, Habibie juga sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Munchen, Jerman diduga karena ada kebocoran pada klep jantung yang pernah dipasang.

Dikutip dari Mayo Clinic, kebocoran klep jantung merupakan kondisi di mana klep jantung tidak berfungsi dengan baik, tidak menutup dan tidak kembali seperti semula.

Gangguan ini membuat darah sulit mengalir ke ruangan (bilik jantung) atau pembuluh darah seharusnya. Darah yang seharusnya mengalir ke pembuluh darah bisa berbalik kembali ke dalam jantung. Akibatnya, jumlah darah yang dialirkan ke tubuh akan berkurang.

"Kondisi ini menyebabkan pasien mudah lemah dan lemas, sering merasa lelah, nyeri dada, dan juga mudah ngos-ngosan serta kehabisan napas," tulis Mayo Clinic.

Di bulan Maret tahun 2016, Habibie juga harus dirawat karena infeksi bakteri yang menyebabkannya mengalami demam. Namun tidak bisa dijelaskan terperinci tentang penyakit tersebut.

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...