Tampilkan postingan dengan label Lampard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampard. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2019

Manajer Chelsea Cemas dengan Teknologi VAR


Manajer Chelsea Frank Lampard menilai VAR berbahaya untuk keberlangsungan Liga Inggris. Ia menilai harus ada modifikasi tertentu terhadap penggunaan teknologi canggih dalam sepak bola itu.

Operator Liga Inggris pada awal kompetisi menyebutka VAR hanya akan digunakan jika wasit membuat keputusan yang sangat keliru. Akan tetapi, banyak insiden yang kemudian harus ditentukan oleh VAR.

Lampard menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, tidak perlu ada tayangan ulang di layar besar saat pengecekan insiden tertentu.

"Ini tidak bagus," ujar mantan pemain West Ham United dan Chelsea itu.

"Tiap kali ada keputusan yang memakan waktu, berarti mereka ragu. Kenapa tidak sekalian saja wasit melihat ke layar di samping lapangan?" sambungnya.

Tayangan ulang pada layar besar membuat semua orang di stadion, terutama suporter bisa melihatnya. Lampard merasa hal tersebut tidak bagus buat wasit karena pasti ada tekanan.

"Nantinya suporter banyak yang tahu, lalu mereka mulai berteriak. Hal seperti itu bisa mempengaruhi wasit karena tertekan dengan situasi tersebut," ucap mantan kapten Chelsea ini.

Chelsea menang 2-1 atas Watford pada pekan ke-11 Premier League. Kini, The Blues duduk di posisi ketiga dan siap bertarung untuk posisi puncak.

Kemenangan tersebut merupakan yang kelima yang diraih secara beruntun. Tammy Abaraham menjadi top skorer klub sejauh ini.

Minggu, 29 September 2019

Frank Lampard Bikin Gelandang Chelsea Bisa Mencetak Gol


Taktik Manajer Chelsea Frank Lampard dipuji anak asuhnya, Ross Barkley. Pemain berpaspor Inggris tersebut menilai metode kepelatihan Lampard sangat membantu para gelandang The Blues dalam mencetak gol.

Barkley telah menjadi pemain reguler Chelsea sejak Lampard mengambil alih kursi manajer pada musim panas 2019. Ia telah turun dalam sembilan penampilan musim ini.

Setelah gagal mengeksekusi penalti saat melawan Valencia, pemain berusia 25 tahun mencetak gol pertamanya musim ini di Piala Liga. Barkley membuka keran gol Chelsea saat mengalahkan Grimsby dengan skor 7-1.

Saat ditanya metode Lampard membantu pengembangan pemain saat latihan, Barkley memberi jawaban lugas. "Masuk ke kotak penalti untuk mendapatkan gol," kata Barkley, seperti dilansir Sky Sports, Sabtu (28/9/2019).

"Anda melihat Mason Mount dari lini tengah mencetak gol. Anda telah melihat N'Golo Kante mencetak gol melawan Liverpool. Bagi gelandang itu sangat penting untuk mendapatkan gol. Saya mencetak gol pada Rabu," tutur Barkley.

Kemenangan Chelsea di Piala Liga bisa menambah motivasi setelah kekalahan beruntun di Liga Champions dan Premier League. Pertandingan berikutnya, The Blues akan menjamu Brighton & Hove Albion di Stamford Bridge.

Barkley menganggap positif persaingan untuk menjadi starter di Lini tengah Chelsea. The Blues masih menyimpan Ruben Loftus-Cheek karena masih pemulihan cedera.

"Jika Anda bermain untuk tim besar seperti saya, Anda akan selalu memiliki persaingan untuk mendapatkan tempat. Itu normal," imbuh Barkley.

"Itu sebabnya Anda bergabung ke tim seperti ini. Anda semua akan saling membantu untuk memenangkan pertandingan."

"Dengan orang-orang seperti Ruben, saat ia kembali ada kompetisi untuk tempat dan itu bagus untuk keseimbangan skuat," imbuh dia.

Striker Muda Chelsea Diminta Mengikuti Jejak Raheem Sterling


Manajer Chelsea Frank Lampard sangat yakin striker muda timnya, Callum Hudson-Odoi, bisa menjadi pemain terbaik di masa depan. Ia pun memberi saran kepada pemain berusia 20 tahun itu agar mengikuti jejak striker Manchester City Raheem Sterling, yang sudah cemerlang sejak muda bersama Liverpool.

Hudson-Odoi mendapatkan kesempatan lagi untuk menjadi starter ketika Chelsea menghadapi Grimsby di Piala Liga pada Rabu (25/9/2019). Ini pertama kalinya striker muda itu kembali menjadi starter sejak April lalu.

Pemain muda berusia 18 tahun yang baru-baru ini memperpanjang kontrak bersama Chelsea dengan durasi lima tahun itu mampu memperlihatkan permainan luar biasa dengan mencetak gol dalam kemenangan telak 7-1 yang diraih The Blues.

Lampard memberikan pujian kepada Hudson-Odoi, tapi menyadari jalan bagi striker muda itu masih begitu panjang. Lampard pun menyarankan agar Hudson-Odoi menjadikan Raheem Sterling sebagai role model, di mana keduanya sama-sama merupakan talenta berbakat yang dimiliki oleh Inggris.

"Saya mengetahui bakat yang dimiliki Callum dan ia memiliki bakat yang sangat besar. Itu sebabnya klub mempertahankannya dan kami semua senang dengan hal itu. Namun, masih banyak tugas yang harus dijalankannya," ujar Lampard seperti dilansir Mirror.

"Raheem Sterling adalah teladan yang luar biasa dengan bakat besar yang memiliki etos kerja sangat bagus serta mampu meningkatkan performanya dalam waktu yang singkat lewat dedikasi luar biasa untuk menjadi seorang pemain yang komplet dan membuat kita semua terkesima."

"Itu semua tentu menjadi teladan yang bagus bagi Callum karena ia memiliki bakat-bakat seperti itu. Saya ingin dirinya menjadi yang terbaik, benar-benar yang terbaik karena ia memiliki potensi untuk seperti itu," lanjut manajer Chelsea itu.

Rabu, 04 September 2019

Tanpa Pemain Anyar, Chelsea Harus Sabar dengan Frank Lampard


Chelsea harus sabar dan tabah menjalani musim ini. Maklum, klub asal London Utara itu hanya mengandalkan pelatih dan pemain muda menghadapi kompetisi Liga Inggris dan Liga Champions.

Bagaimanapun, kondisi skuat Chelsea yang sekarang tidak ideal untuk pelatih muda seperti Frank Lampard.

Betapa tidak, Chelsea tidak bisa membeli pemain baru karena embargo transfer. Lampard terpaksa hanya mengandalkan pemain-pemain muda, yang membuatnya memutar otak lebih sulit dari pelatih-pelatih lain.

Di sisi lain, Lampard juga masih harus menghadapi tekanan fans Chelsea. Bagaimanapun, Chelsea adalah klub besar yang wajib menang. Target empat besar jadi tolok ukur kesuksesan Lampard.

Sebab itu, pimpinan dan fans Chelsea harus mau bersabar menunggu hasil kerja Lampard.

Lampard hanya bisa mengandalkan pemain-pemain muda, sebab itu kesabaran bakal sangat penting. Sehebat apa pun pemain muda, pada akhirnya masalah utama mereka adalah inkonsistensi. Sebab itu, fans Chelsea harus bersabar menunggu pembuktian bintang muda mereka.

"Saya menyukai Frank dan saya kira dia akan mendapatkan pengalaman sepanjang jalan. Akankah pelatih lain berani memainkan Mason Mount? Dia pemain spesial. Sekarang, Tammy Abraham sudah mencetak empat gol," tutur analis Sky Sports, Paul Merson.

"Dia hanya bisa melakukan itu [memercayai pemain muda] dengan belajar, Anda tidak bisa menilai lima pertandingan mereka dan berkata: "Anda keluar dari tim', jika mereka tidak memberikan performa terbaik."

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...