Tampilkan postingan dengan label Timnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2019

Dear Netizen: Cerita Sayap Timnas Indonesia U-19 M Fajar Fatur Rahman Jalani Trial di QPR


Gelandang sayap Timnas Indonesia U-19, Fajar Fathur Rahman berbagi cerita unik saat menjalani trial di klub Inggris, Queens Park Rangers (QPR). Fajar mengatakan, QPR sangat disiplin kepadanya meski hanya berstatus pemain trial.

"Saat trial, saya tidak menggunakan decker (pelindung betis, red). Pelatih langsung marah dan saya tidak bisa latihan," ujar Fajar dalam program Dear Netizen di kantor Liputan6.com, Jumat (15/11/2019) WIB.

Fajar mengatakan, disiplin itulah yang menurutnya membuat klub-klub luar sangat berbeda dengan di Indonesia. Alumni salah satu sekolah sepak bola di Manokwari ini menuturkan, bekal itu yang dibawanya pulang dan coba ditularkan ke rekan-rekan sekolah sepak bolanya di Papua.

Gelandang berusia 17 tahun itu mendapat kans menimba ilmu di Inggris dalam program Garuda Select tahun lalu. Di bawah arahan dua eks pemain timnas Inggris, Dennis Wise dan Des Walker, Fajar beserta para pemain lainnya belajar sepak bola di kota Birmingham dan menjalani beberapa laga ujicoba.

Dalam laga ujicoba itulah, kemampuan Fajar dilirik pelatih QPR. "Pada saat itu kita menang 4-0 lawan QPR. Di situ diundang langsung oleh pelatih untuk ikut trial selama seminggu," kata Fajar.

Fajar bukan satu-satunya pemain timnas Indonesia U-19 alumni program Garuda Select. Di skuat Garuda Muda, ada nama Brylian Aldama, Bagus Kahfi, dan Bagas Kaffa yang juga pernah mencicipi program tersebut.

Kelimanya sukses mengantar timnas Indonesia U-19 masuk ke putaran final Piala Asia U-20 tahun depan.

Tak hanya belajar soal teknis, Fajar menuturkan para pemain akademi di klub luar negeri juga disiplin dalam hal makanan. Menurut pengalamannya, hampir tidak ada pemain yang langsung makan berat usai berlatih.

"Selesai tanding, makannya sayur-sayuran. Di sini, sehabis bertanding langsung jajan makanan, gorengan," ujarnya.

Jumat, 25 Oktober 2019

Generasi Bagas dan Bagus Jadi Tumpuan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 2021 dan Olimpiade 2024


FIFA telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Sebagai penyelenggara, Indonesia akan ikut berlaga di putaran final.

Lantas, Timnas Indonesia level usia berapa yang akan berjuang di Piala Dunia U-20 2021? PSSI memastikan, Timnas Indonesia U-19 racikan Fakhri Husaini yang diproyeksikan untuk tampil pada kejuaraan tersebut.

Fakhri dan mayoritas pemain Timnas Indonesia U-19 adalah alumni Timnas Indonesia U-16 peridoe 2017-18 yang rata-rata usia pemainnya baru menginjak 18 tahun. Jadi saat Piala Dunia U-20 2021 digelar, usia para pemain tersebut tidak melewati batas.

Selain itu, para pemain Timnas Indonesia U-19 juga dipersiapkan untuk dapat lolos ke Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. Nantinya, para pemain akan dipromosikan ke Timnas Indonesia U-23.

"Sekarang ini yang kamui persiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021 dan Olimpiade 2024 adalah generasi Bagas Kahfa dan Bagus Kahfi, dua pemain Timnas Indonesia U-19 saat ini," ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal kepada wartawan.

"Rata-rata usia mereka baru 18 tahun saat Piala Dunia U-20 2021 dan untuk Olimpiade 2024 batas usianya 23 tahun. Tambah lima tahun dari sekarang jadi saya rasa usia mereka pas," tutur Refrizal.

Refrizal juga mengajak Witan Sulaeman untuk turun kasta memperkuat Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021 dan Olimpiade 2024 dengan Timnas Indonesia U-23. Saat ini, gelandang PSIM Yogyakarta itu masih berusia 18 tahun.

Saat pemain di usianya masih berseragam Timnas Indonesia U-19, Witan ditarik pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2019.

"Kenapa generasi Bagas dan Bagus? Karena program kami memang menyiapkan yang terdekat untuk Indonesia lolos Olimpiade 2024. Anak-anak ini yang kami siapkan. Termasuk Witan," imbuh Refrizal.

Rabu, 04 September 2019

Timnas Indonesia Vs Malaysia, Pertarungan antara Kecepatan Lawan Operan Pendek


Timnas Indonesia dikenal memiliki kecepatan di lapangan hijau. Kelebihan itu yang menurut striker Timnas Indonesia, Alberto 'Beto' Goncalvez, yang bisa dikedepankan saat lawan Malaysia, Kamis (5/9/2019).

Pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Beto menambahkan, selain kecepatan, kedewasaan dalam bermain juga dibutuhkan saat menghadapi Malaysia.

Menurut Beto, dua faktor itu bisa menjadi kunci Timnas Indonesia menundukkan Malaysia. Beto sendiri pernah merasakan kompetisi sepak bola Malaysia ketika membela Penang FA musim 2015- 2016.

"Kami memiliki peluang emas untuk menang," kata Beto soal laga melawan Malaysia, seperti dilansir Antara.

Pemain berusia 38 tahun ini berpendapat, Malaysia lebih suka menguasai bola dengan melakukan operan-operan pendek. Tempo permainan yang diperlihatkan tim berjulukan Harimau Malaya juga lebih pelan ketimbang Timnas Indonesia.

Oleh karena itu, Beto yakin rekan-rekan setimnya dapat memanfaatkan kecepatan, karena klub-klub di Indonesia sudah terbiasa memeragakannya. Elemen yang akhirnya menular ke Timnas Indonesia.

"Secara keseluruhan, sepak bola Indonesia lebih maju dan lebih cepat. Permainan kami juga lebih dewasa," ungkap pemain naturalisasi asal Brasil yang sudah merumput di Indonesia sejak 2009 ini.

Ini pertama kalinya Beto melawan Timnas Malaysia dengan seragam Merah Putih. Dia juga sadar tentang rivalitas sengit antara Indonesia dengan Malaysia di lapangan hijau, sehingga menganggap partai ini penting.

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...