Tampilkan postingan dengan label Kabinet Kerja Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabinet Kerja Jokowi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2019

Imam Besar Masjid Istiqlal Doakan Jokowi dan Ma'ruf Bisa Emban Amanah


Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mendoakan Jokowi dan Ma'ruf Amin mampu mengemban amanah dalam memimpin pemerintahan lima tahun mendatang.

Hal ini disampaikan Nasaruddin saat membacakan doa penutup Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR Jakarta, Minggu (20/10/2019).

"Dengan bimbingan-Mu dan doa kami semua, maka insyaallah mereka akan mampu mengemban amanah suci dan berat dengan baik dan berkah," kata Nasaruddin seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan bahwa sebagai manusia biasa, presiden dan wakil presiden tidak luput dari banyak keterbatasan.

Namun, ia berdoa agar Jokowi dan Ma'ruf Amin dapat mengemban amanahnya dengan baik. Ia juga menyatakan, jalan yang harus ditempuh bangsa ini masih panjang. Tantangan dan perjuangan juga masih terbentang luas.

Sementara itu, ia juga mendoakan presiden dan wakil presiden serta segenap warga Indonesia bersedia bahu membahu memelihara persatuan dan kesatuan bangsa di bawah payung NKRI. Selain itu, dijauhkan dari musibah dan perpecahan yang dapat menyedot energi bangsa Indonesia.

Ia berharap, pemerintahan baru mampu memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, melindungi segenap bangsa Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Setelah melalui serangkaian acara pelantikan, Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Keduanya dilantik oleh MPR yang disusul dengan pengambilan sumpah. Pengucapan sumpah dilakukan pada pukul 16.04 WIB.

"Bismillahirrahmannirrahim, Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap Jokowi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Setelah itu, Ma'ruf Amin yang mengucapkan sumpah sebagai Wakil Presiden.

"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap Ma'ruf Amin.

Dengan ini, Jokowi-Ma'ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Seusai pengambilan sumpah, Jokowi dan Ma'ruf Amin menandatangani berita acara pelantikan dan penyerahan berita acara pelantikan oleh pimpinan MPR.

Minggu, 20 Oktober 2019

Pelantikan Jokowi - Ma'ruf Amin Jadi Sorotan Dunia


Pelantikan presiden dan wakil presiden RI 2019-2024, Jokowi-Ma'ruf Amin telah dilakukan di Gedung MPR/DPR/DPD RI Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019).

Sejak Sabtu malam, aparat keamanan sudah bersiaga. Sebanyak 31 ribu personel gabungan TNI-Polri disiagakan jelang pelantikan Presiden terpilih, Joko Widodo atau Jokowi hari ini.

Acara pelantikan ini  tak hanya menyita perhatian Tanah Air, namun juga menjadi sorotan media asing.

Media asal Singapura, The Straits Times memberitakan acara pelantikan presiden Indonesia dengan judul "President Joko Widodo faces test of leadership in second term."

"Dengan Alquran diletakkan di atas kepalanya, Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari Minggu (20 Oktober) membacakan sumpah jabatannya untuk melaksanakan tugasnya dengan "baik dan adil" yang ia bisa, memulai masa jabatan kedua dan terakhirnya di bawah rentetan krisis." Demikian kutipan dari artikel tersebut.

Masih dari negara yang mengutus PM Lee Hsien Loong untuk menghadiri acara tersebut, Channel News Asia turut serta mengulas acara pelantikan dengan tajuk "Indonesia's Jokowi kicks off fresh term with inauguration ceremony."

Beralih ke media asal India, Bloomberg Quint ikut memberitakannya melalui artikel "Indonesia’s Jokowi Sworn in as Wobbling Growth Tests Reforms"

Beralih dari Asia, media asal Inggirs, Reuters turut mengabadikan momen tersebut dalah sebuah tulisan berjudul "Indonesia's Widodo faces test on reform credentials in second term."

Sementara dari Kanada, media bernama CBC menuliskan sebuah artikel dengan judul "Indonesia's Joko Widodo sworn in for 2nd term as president."

Tak ketinggalan, media asal Kalispell, AS juga memberitakan dengan tajuk "Indonesia's Popular President Sworn In For 2nd Term."

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf akan resmi dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2019. Para delegasi negara pun turut menghadiri undangan tersebut.

PM Singapura Lee Hsien Loong telah tiba di Jakarta bersama rombongan untuk menghadiri acara pelantikan.

Begitu pula dengan PM Malaysia, Mohathir Mohamad yang ditemani istri dan jajaran menteri untuk hadir dalam undangan tersebut.

Sebelum acara pelantikan dimulai pun, Jokowi sempat menemui 5 kepala negara diantaranya Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang datang bersama sang istri, Ho Ching, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Raja Eswatini, Mswati III beserta istri.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Cara Unik Para Menteri Akhiri Masa Tugasnya, Ada yang Jadi Model


Jumat, 18 Oktober 2019 kemarin merupakan hari terakhir masa kerja para Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) periode 2014-2019. Pada hari yang sama, Jokowi coba mengundang menteri-menterinya ke Istana Negara di Jakarta untuk berkumpul pada sebuah pesta perpisahan.

Pada kesempatan tersebut, banyak momen unik dari para menteri yang terrekam dalam jepretan kamera. Seperti dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang selama ini dikenal dengan sikap tegasnya dalam menjaga laut Indonesia.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun resmi Instagram miliknya, Susi yang pada kesempatan tersebut mengenakan dress pink berbalut syal motif bunga, coba lenggak-lenggok berpose di depan menteri lainnya bak seorang foto model.

Sontak saja kelakuan itu memancing tawa dari para rekannya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang ikut gemas dengan kelakuannya coba datang menghampiri Susi untuk memeluk dan menciumnya.

Sri Mulyani kemudian mengajak menteri wanita lainnya seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk berfoto bersama.

Momen lucu lainnya lalu datang ketika Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tiba-tiba mejeng di belakang kelima wanita tersebut sembari melambaikan tangan saat proses penjepretan. Kesempatan itu tampaknya memang sudah ia tunggu-tunggu, sebab dirinya sedari awal sudah berdiri di samping Susi.

Selain Susi Pudjiastuti, Menteri Kabinet Kerja lainnya yang turut mengunggah foto perpisahan di Instagram yakni Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Dia menaikan 3 foto saat berada di Istana, dan turut berterimakasih kepada Jokowi-JK yang telah memercayainya duduk sebagai dua menteri berbeda pada periode yang sama.

"AMIGOS PARA SIEMPRE, foto bersama di hari kerja terakhir KABINET KERJA, terima kasih atas kepercayaan dari Bangsa dan Negara serta Presiden dan Wakil Presiden kepada saya selama hampir 5 tahun, 2014-2019, baik di Kementrian Perhubungan maupun di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral," tulisnya.

Menteri lainnya yang tak ketinggalan mengabadikan momen perpisahan di Instagram yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri.

Sedikit berbeda, lantaran video yang diunggahnya tidak berlokasi di Istana, melainkan saat dirinya beserta staf di Kementerian Ketenagakerjaan bersepeda sejauh 9,8 km pada Jumat pagi.

"FUN-BIKE. Aktivitas perdana pagi-pagi tadi di hari terakhir bekerja sebagai Menaker RI, funbike sejauh 9,8 km. Selain untuk merayakan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2019 mendatang, kegiatan funbike juga merupakan farewell event saya bersama seluruh pegawai @kemnaker RI dan mitra-mitra kerja kementerian," tuturnya.

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Akan Dihadiri Belasan Kepala Negara


Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebutkan, setidaknya 17 kepala negara telah mengonfirmasi kehadirannya pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024.

"Ada 17 kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus yang confirm hadir besok," kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, usai gladi bersih pelantikan presiden dan wapres di Gedung MPR-DPR-DPD RI, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Di antara kepala negara yang bakal hadir, kata politikus Partai Golkar itu, yakni Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Wakil Presiden Republik Rakyat China Wang Qishan.

Kemudian, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Mahathir Muhammad, dan PM Australia Scott Morrison.

Untuk duta besar, Bamsoet menyebutkan setidaknya ada 168 dubes yang dijadwalkan menghadiri pelantikan presiden dan wapres terpilih.

Selain tamu dari negara lain, MPR juga telah menyampaikan undangan kepada para tokoh nasional, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian, ada pula undangan untuk mantan kompetitor Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Seluruhnya, Alhamdulillah confirm hadir," kata Bamsoet seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono menyampaikan persiapan pelantikan presiden dan wapres sudah dilakukan secara maksimal, termasuk dengan gladi resik.

"Kita baru saja gladi resik, ya. Saya kira sudah final, dalam arti perencanaan untuk persidangan. Oleh karena itulah tentu persiapannya sudah sangat maksimal, tinggal pelaksanaannya besok," katanya.

Diakui Ma'ruf, tentu ada evaluasi dari pelaksanaan gladi resik, tetapi langsung diperbaiki sehingga secara prinsip pelantikan presiden dan wapres siap dilaksanakan.

"Bisa dilihat sendiri, sarana prasarana sudah siap. Soal dukungan pengamanan, saya kira juga sudah maksimal, TNI-Polri mendukung," katanya.

Jumat, 18 Oktober 2019

Jokowi: JK Teman Tukar Pikiran yang Baik, Berpengalaman di Segala Bidang


Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut Wapres Jusuf Kalla (JK) merupakan sosok yang memiliki segudang pengalaman di berbagai bidang. JK, kata dia, berpengalamam di bidang politik, bisnis, hingga birokrasi.

"Beliau ini, Pak JK, yang punya pengalaman di segala bidang, Beliau pernah jadi pengusaha, pernah jadi Ketua Golkar, di politik pernah jadi menteri, menko, wapres, semuanya pengalaman Beliau pernah memiliki," ujar Jokowi usai acara perpisahan bersama JK dan Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku seringkali meminta pendapat dan bertukar pikiran dengan JK. Khususnya, saat hendak mengambil keputusan penting.

"Entah pagi, subuh, tengah malam, kita selalu, baik lewat telpon, bertemu muka, itu yang sangat baik bagi saya dalam bertukar pikiran untuk memutuskan setiap hal yang sangat penting bagi negara ini," jelas Jokowi.

Dia mengatakan, selama lima tahun bekerja, dirinya dan JK selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan yang belum diselesaikan. Untuk itu, dia ingin agar pemerintahan ke depan berkerja dengan target.

"Saya kira kita bekerja dengan target ya, bekerja dibatasi waktu," tuturnya.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR pasa 20 Oktober mendatang. Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebut acara pelantikan dilakukan pukul 14.30 WIB.

Selasa, 15 Oktober 2019

3 Menteri Jokowi yang Semakin Repot di Akhir Jabatannya


Masa jabatan para menteri Kabinet Kerja Joko Widodo atau Jokowi-Jusuf Kalla atau JK akan segera berakhir.

Selesainya tugas para menteri ini seiring dengan berakhirnya pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama, pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Namun di akhir masa kerja, ada beberapa menteri Jokowi yang justru semakin repot. Menteri-menteri ini mendapat tugas tambahan sebagai pelaksana tugas menteri yang mengundurkan diri.

Siapa saja menteri-menteri itu? Berikut ulasannya:

1. Hanif Dhakiri


Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri diberi tugas baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tugas baru itu ialah sebagai Plt Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Imam Nahrawi.

Hanif merangkap jabatan lantaran Imam mengundurkan diri setelah tersandung kasus suap yang ditangani KPK. Sejumlah alasan menjadi pertimbangan Presiden memilih Hanif. Salah satunya karena sama-sama berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kan ada beberapa menteri yang nanti dilantik pada tanggal 1 Oktober dan juga dilantik sebagai anggota DPR. Oleh karena itu pilihannya tidak banyak, akhirnya Pak Presiden memutuskan Pak Hanif sebagai PLT," kata Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, di sela jumpa pers di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

2. Tjahjo Kumolo


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengalami nasib sama dengan Menaker Hanif Dakhiri. Tjahjo dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) menggantikan Yasonna Hamonangan Laoly.

Yasonna mundur lantaran menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Tjahjo ditunjuk sebagai pelaksana tugas wewenang dan tanggung jawab sebagai Menkumham, hingga Kabinet Kerja I berakhir pada 20 Oktober 2019.

"Saya sebagai pembantu Presiden siap melaksanakan tugas sebagai mana keputusan Presiden tersebut dengan penuh tanggung jawab," kata Tjahjo dalam pesan singkat, Selasa (1/10/2019).

3. Darmin Nasution


Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution juga mendapat tugas tambahan setelah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai pelaksana tugas Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Menko Darmin menjadi Plt Menko PMK menggantikan Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua DPR.

Staf Khusus Presiden Adita Irawati mengungkapkan penunjukan Darmin sudah melalui pertimbangan.

"Plt-nya Pak Darmin Nasution sudah melalui berbagai pertimbangan termasuk sudah memahami berbagai hal yang harus ditangani di kementerian terkait," kata Adita saat dihubungi, Selasa (1/10/2019).

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...