Tampilkan postingan dengan label Liga Champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Champions. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 November 2019
Allegri Dinilai Layak Latih MU
Marcello Lippi mendukung pelatih Massimiliano Allegri menangani Manchester United (MU) suatu hari nanti. Adapun untuk asistennya, Lippi percaya bahwa Patrice Evra merupakan sosok yang tepat.
Allegri dan Evra pernah bekerja sama di Juventus beberapa tahun yang lalu. Evra adalah salah satu pemain inti dan sempat nyaris mengantar Bianconeri merengkuh trofi Liga Champions di tahun 2015.
Keduanya pisah jalur pada tahun 2017. Evra memutuskan hengkang dari Turin untuk bergabung dengan klub asal Prancis, Marseille. Ia kemudian pindah ke West Ham United pada tahun 2018 dan menutup karirnya sebagai pemain beberapa bulan yang lalu.
Kini pria berumur 38 tahun tersebut sedang menjalani proses belajar untuk mendapatkan lisensi kepelatihan Manchester United. Belakangan, ia dirumorkan akan menjadi asisten pelatih andai klub memilih untuk mengangkat Allegri sebagai pengganti Ole Gunnar Solskjaer.
Lippi melihat bahwa Evra bisa menjadi bantuan yang sangat besar andai Allegri benar-benar menukangi MU. Bagaimanapun juga, pria berkebangsaan Prancis tersebut tahu seluk-beluk the Red Devils.
Seperti yang diketahui, Evra pernah cukup lama berseragam Manchester United. Ia menyandang status pemain the Red Devils selama delapan tahun dan telah mempersembahkan total 15 gelar dari berbagai ajang, salah satunya adalah Liga Champions.
"Sejujurnya, saya tak tahu apakah Evra ingin menjadi seorang pelatih atau sekadar asisten. Soal Allegri saya bisa mengatakan bahwa dia sudah siap untuk MU," tutur Lippi dalam wawancara eksklusif bersama Sportsmail baru-baru ini.
"Untuk Evra, dia harus menentukan apakah dia ingin menjadi pelatih atau asisten. Evra adalah orang hebat dengan kapasitas serta kualitas yang hebat sebagai manusia," lanjutnya.
Satu hal yang membuat Allegri mampu menukangi Manchester United adalah kemampuannya dalam berbahasa. Ia mengatakan bahwa pria yang juga pernah menukangi AC Milan tersebut bisa berbahasa Inggris dengan baik.
"Seperti yang pernah saya katakan, saya menolak Tottenham karena saya tidak memiliki kemampuan berbahasa dan juga karena kecintaan serta rasa hormat kepada Juventus," tambahnya.
"Allegri mempelajari bahasa Inggris dan sempurna untuk bergaya Inggris. Dia sudah siap serta lihai. Dia membaca permainan dengan sangat mudah," tandasnya.
Beberapa waktu yang lalu, Allegri pernah mengkonfirmasi bahwa dirinya memang sedang berlatih bahasa Inggris. "Saya berbicara bahasa Inggris dengan sangat buruk untuk sekarang, namun saya sedang belajar," ungkapnya dikutip dari The Sun.
Rabu, 09 Oktober 2019
Barcelona Bidik Striker Salzburg Jadi Penerus Luis Suarez
Barcelona sudah membidik striker Red Bull Salzburg, Erling Braut Haaland untuk menjadi penerus Luis Suarez. Pemain 19 tahun ini dinilai memiliki kecocokan untuk bermin di Barcelona karena gaya mainnya yang spartan.
Erling Haaland tampil memikat usai membela Salzbug di Liga Champions. Ketika timnya menang 6-2 atas KRC Genk, Erling Haaland mencetak tiga gol. Sejak saat itu, performanya menjadi sorotan banyak klub papan atas Eropa termasuk Barcelona.
Erling Haaland membuktikan bahwa hattricknya ke gawang Genk bukan hanya kebetulan. Kerika Salzburg berlaga melawan Liverpool, Erling Haaland mencetak satu gol. Pada laga itu, Salzburg kalah dengan skor 4-3.
Gol demi gol yang dicetak Erling Haaland membuat Barcelona terpikat dan ingin merekrutnya. Seperti apa peluang Barcelona membeli pemain asal Norwegia tersebut?
Luis Suarez kini sudah berusia 32 tahun. Dari sisi performa, belum ada penurunan dari pemain asal Uruguay tersebut. Namun, Barcelona ingin mempersiapkan penggantinya lebih awal. Barca tidak ingin tim kesulitan saat performa Suarez mulai menurun.
Karena itu, Barcelona membidik sejumlah penyerang muda. Salah satunya adalah Erling Haaland. Dikutip dari Sportsmole, Los Cules siap bersaing dengan Juventus hingga Manchester United untuk transfer Erling Haaland.
Sumber tersebut mengatakan bahwa Barcelona tidak akan buru-buru membeli Erling Haaland. Barcelona saat ini masih fokus menata ulang neraca keuangan klub pasca membeli sejumlah pemain mahal di awal musim 2019/2020.
Barcelona diyakini baru akan membeli Erling Haaland pada awal musim 2020/2021. Selain karena faktor keuangan, Barcelona juga ingin melihat Erling Haaland lebih matang dan terus bermain reguler di Salzburg.
Rabu, 04 September 2019
Umumkan Skuat Liga Champions, Juventus Coret Dua Pemain
Juventus telah mengumumkan skuat mereka untuk Liga Champions 2019/20. Dua pemain dicoret pelatih Maurizio Sarri dari dalam tim.
Seperti dilansir Football Italia, Mario Mandzukic dan gelandang Emre Can tak dimasukkan Sarri untuk Liga Champions musim ini. Pencoretan kedua pemain terhitung mengejutkan.
Pasalnya, Juventus selama ini justru disebut ingin melego Paulo Dybala. Pemain asal Argentina itu pun tak masuk ke dalam tim inti Juventus pada dua laga di Liga Italia.
Namun untuk skuat Liga Champions, Dybala ternyata masuk ke dalam daftar pemain yang dibawa Sarri. Ia bersanding dengan Gonzalo Higuain dan Cristiano Ronaldo sebagai pemain di lini depan yang dibawa.
Untuk Emre Can, gelandang asal Jerman ini disebut tergusur tempatnya usai Juventus mendatangkan Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot di bursa transfer. Dua pemain baru itu memang masuk ke dalam skuat untuk Liga Champions.
Selain Can dan Mandzukic, Juventus juga tak memasukkan Mattia Perin dan Marko Pjaca. Namun keduanya tak masuk karena memang sedang dipinjamkan Juventus.
Sementara itu, Juventus juga tak mengikutsertakan kapten mereka, Giorgio Chiellini. Bek berusia 35 tahun itu harus absen selama enam bulan karena cedera ACL.
Kendati tak dibawa, Chiellini beserta Can dan Mandzukic tetap berpeluang main di Liga Champions. Pasalnya, setiap tim termasuk Juventus diperbolehkan untuk mengajukan draft skuat kembali untuk fase gugur.
Minggu, 01 September 2019
2 Calon Pemenang Liga Champions Musim Ini
Setelah menyelesaikan putaran kualifikasi, Liga Champions 2019/2020 memasuki kompetisi sesungguhnya menyusul undian fase grup, Kamis (29/8/2019).
Juara bertahan Liga Champions Liverpool berada di grup E bersama Napoli, Red Bull Salzburg, dan Genk. Tim asuhan Jurgen Klopp itu kembali dalam satu grup dengan Napoli.
The Reds masih tetap difavoritkan untuk kembali mengangkat Si Kuping Besar pada musim ini. Namun, untuk mempertahankan gelar Liga Champions tentu saja tidak mudah.
Real Madrid berhasil mencetak hattrick juara Liga Champions dua musim lalu. Pasukan Zinedine Zidane pasti ingin bangkit dan menghentikan laju Liverpool.
Klub-klub lainnya juga telah memperkuat skuatnya untuk merebut gelar dari Liverpool. Karena itu, Liverpool tidak boleh lengah di kompetisi tersebut.
Liverpool
Juara bertahan Liga Champions ini tidak memodifikasi skuat mereka dari musim lalu. Jurgen Klopp sanagt mempercayai semua pemainnya saat ini.
Tim yang mereka miliki sepertinya ditakdirkan untuk menciptakan dinasti di sepakbola Eropa. Mereka memiliki segalanya untuk melangkah jauh di kompetisi.
Liverpool mungkin saja bisa mempertahankan gelar mereka pada musim ini. Itu artinya Liverpool akan tampil di final tiga kali secara beruntun.
Klopp memiliki semua bahan untuk mewujudkan hal tersebut pada tahun ini. Liverpool tentunya ingin menambah koleksi trofi Liga Champions mereka menjadi tujuh.
Juventus
Juventus disingkirkan Ajax di Liga Champions musim lalu meski punya Cristiano Ronaldo. Manajemen Juventus kemudian berjanji untuk menciptakan tim paling kompetitif pada musim baru ini.
Presiden klub Andrea Agnelli tidak membuang waktu dan mendatangkan bakat luar biasa untuk menemani Ronaldo. Mereka yakin punya pasukan yang hampir sempurna tahun ini.
Dengan Ronaldo yang memimpin proyek ini, mungkin inilah tahun di mana Juventus akhirnya bisa memenangkan kompetisi yang telah menghindarinya sejak dekade 90-an.
Juventus sudah memainkan dua final di milenium baru dan selalu. Tetapi segalanya masih mungkin terjadi dengan Ronaldo di skuat mereka.
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumpa di Liga Champions, Ronaldo: Fans Atletico Madrid Jangan Kelewatan
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, tidak yakin mendapat sambutan hangat ketika timnya melawat ke markas Atletico Madrid di fase grup Liga Champions 2019-2020.
Dalam undian Liga Champions, Juventus berada satu grup dengan Atletico Madrid. Selain itu, I Bianconeri juga harus berhadapan dengan Bayer Leverkusen, dan Lokomotiv Moscow.
Musim lalu, Juventus juga bersua Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sempat kalah 0-2 di markas Atletico Madrid, Wanda Metropolitano. Namun, Juventus membalas dengan kemenangan 3 -0 di Turin sekaligus memastikan tiket perempat final Liga Champions musim lalu.
"Saya berharap suporter (Atletico) tidak menekan saya dan memanggil saya dengan mengatakan hal- hal yang tidak sportif tentang saya lagi," kata Ronaldo kepada Movistar Liga de Campeones.
"Selain itu, saya harap ini adalah pertandingan yang sulit," ucap kapten Timnas Portugal ini.
Ronaldo menyadari Atletico Madrid tim yang hebat, sebab dia sering menghadapi pasukan Diego Simeone itu ketika masih memperkuat Real Madrid. Tapi, Ronaldo merasa pertemuan ini hanya pertandingan biasa lainnya.
Ronaldo menargetkan untuk mengangkat trofi Liga Champions bersama Juventus. Sebab, sudah lebih dari 20 tahun I Bianconeri tidak merasakan nikmatnya menjadi juara kompetisi antarklub elite Eropa itu.
"Tim mana yang tidak memperkuat diri musim ini? Setiap tim memperkuat diri untuk menang," ujar mantan pemain Manchester United itu.
Dalam undian Liga Champions, Juventus berada satu grup dengan Atletico Madrid. Selain itu, I Bianconeri juga harus berhadapan dengan Bayer Leverkusen, dan Lokomotiv Moscow.
Musim lalu, Juventus juga bersua Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sempat kalah 0-2 di markas Atletico Madrid, Wanda Metropolitano. Namun, Juventus membalas dengan kemenangan 3 -0 di Turin sekaligus memastikan tiket perempat final Liga Champions musim lalu.
"Saya berharap suporter (Atletico) tidak menekan saya dan memanggil saya dengan mengatakan hal- hal yang tidak sportif tentang saya lagi," kata Ronaldo kepada Movistar Liga de Campeones.
"Selain itu, saya harap ini adalah pertandingan yang sulit," ucap kapten Timnas Portugal ini.
Ronaldo menyadari Atletico Madrid tim yang hebat, sebab dia sering menghadapi pasukan Diego Simeone itu ketika masih memperkuat Real Madrid. Tapi, Ronaldo merasa pertemuan ini hanya pertandingan biasa lainnya.
Ronaldo menargetkan untuk mengangkat trofi Liga Champions bersama Juventus. Sebab, sudah lebih dari 20 tahun I Bianconeri tidak merasakan nikmatnya menjadi juara kompetisi antarklub elite Eropa itu.
"Tim mana yang tidak memperkuat diri musim ini? Setiap tim memperkuat diri untuk menang," ujar mantan pemain Manchester United itu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Tidak banyak yang menyadari bahwa pasangan yang mengalami kudis dapat menularkan penyakitnya ini melalui hubungan seks. Padahal, kudis terma...
-
Cerita Dewasa : Awal nya Untuk bertanya langsung padanya aku tidak berani Takut dia jadi tahu bahwa sebenarnya perbuatannya dengan ibuku...
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/995139/original/045797800_1442769788-000_Par8281314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2914910/original/011391700_1568794719-20190918-Aksi-Erling-Haaland_-Remeja-19-Tahun-yang-Hattrick-di-Liga-Champions6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2405633/original/010983700_1541986057-000_1AR7KG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1746643/original/021637800_1508578144-000_RT3KB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2896708/original/058652800_1567102508-batch_ronaldo_5.jpg)