Tampilkan postingan dengan label Menteri Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menteri Jokowi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 03 November 2019
Langkah Pertama dan Gebrakan Menteri Baru Kabinet Indonesia Maju Jokowi
Wajah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memperlihatkan keyakinan. Senyum selalu mengembang lebar, tatapan matanya menunjukkan rasa optimistis ke depan.
Di hadapan Nadiem, sejumlah birokrat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menunggu arahan. Mereka mencoba membaca cara anak muda yang menjadi menteri baru itu untuk membangun negara.
Berkemeja putih lengan panjang, Nadiem mengumpulkan para pejabat kementerian di hari kedua sebagai menteri pada Kamis sore, 24 Oktober 2019.
Menteri berusia 35 tahun itu meminta para pejabat eselon 1 memaparkan fungsi kerja masing-masing. Tiap orang diberi waktu 15 menit memaparkan.
Tidak terlihat rona lelah di wajah Nadiem. Padahal beberapa jam sebelumnya baru selesai menggelar rapat kabinet perdana bersama seluruh menteri dan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dirinya ingin memanfaatkan waktu di awal masa jabatan ini mengenal lebih dalam kementerian yang dipimpinnya.
"Saya murid yang cukup baik, dan saya belajar cepat," ujar Nadiem dalam pertemuan dengan para pejabat kementerian.
Nadiem memang sengaja menggunakan kata murid karena dia merasa bukan guru. Ia merasa perlu belajar dari nol untuk dapat memahami beragam persoalan. Apalagi dirinya memimpin institusi negara yang bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sikap yang ditunjukkan Nadiem di awal kepemimpinan bukan berarti tidak memiliki persiapan. Bekas CEO Gojek itu mengaku hanya perlu waktu.
"Tapi selama ini saya sudah mempersiapkan diri," kata Nadiem.
Ada alasan khusus Presiden Jokowi memercayakan dunia pendidikan Indonesia ke tangan anak muda ini. Sebagai kepala negara, Jokowi percaya kemampuan di bidang teknologi yang dimiliki Nadiem dapat mempermudah beragam hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Sehingga bisa mewujudkan visi misi presiden di bidang pendidikan.
"Itu kenapa dipilih Nadiem Makarim," kata dia.
Di samping itu, Jokowi mengaku Nadiem telah bercerita banyak tentang apa saja yang akan dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karenanya, Nadiem pun dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Kamis, 24 Oktober 2019
Kesan Mendalam Barista pada Wishnutama yang Jadi Menteri Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya KH Ma'ruf Amin sudah mengumumkan para menteri yang masuk susunan Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, 23 Oktober 2019. Salah satu menteri yang banyak jadi perhatian adalah Wishnutama.
Ia terpilih menjadi Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif (Menparekraf) periode 2019-2024. Wishnutama selama ini dikenal sebagai sosok kreatif dan inspiratif. Selain pernah berkarier di beberapa stasiun televisi, ia juga termasuk figur dibalik keberhasilan Indonesia saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Pria kelahiran Jayapura, 4 Mei 1976 ini memang dikenal memiliki segudang prestasi.Maka wajar saja kalau pria yang akrab disapa Tama ini menjadi idola banyak orang,, termasuk seorang mantan barista Starbucks.
Kala itu Wishnutama mendapat pesan penuh makna di cup Starbucks dari seorang barista bernama Intan. Momen tersebut juga dibagikan pria yang saat itu masih bekerja di Net TV itu melalui unggahan foto di akun Instagramnya.
Dalam foto yang diunggah pada 19 Juni 2019 tersebut, terlihat sebuah cup gerai kopi waralaba terebut yang bertuliskan sebuah pesan untuk Wishnutama.
"Dear Pak Wisnu, ini adalah hari terakhir saya bekerja di Starbucks, saya senang bisa membuatkan kopi kesukaan Anda semenjak saya mulai bekerja di Starbucks sampai dengan hari terakhir," tulis Intan dalam bahasa Inggris.
Wishnutama pun mengucapkan terima kasih karena sang barista sudah sering membuatkan kopi untuknya.
"Baru mau minum kopi baru ngeh ada tulisan panjang di cup yang ditulis oleh seorang barista yang buatin kopi. Terima kasih Intan yang sudah sering bikinin kopi untuk saya, Sukses buat pekerjaan barunya ya," tulis Wishnutama dalam keterangan foto.
Sementara itu, penunjukkan Wishnutama sebagai Menparekraf juga mendapat sorotan warganet. Banyak yang mendukung penunjukkan suami Gista Putri itu sebagai menteri.
"Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama. Paling cocok, seorang pelaku dan kreator banyak seni kreatif. Soal pariwisata, paling tidak dia paham lewat matanya. Mana yang harus dijadikan prioritas untuk dijadikan destinasi wisata," tulis pemilik akun @Raesaka.
Ika Natassa, seorang penulis yang sejumlah karyanya sukses saat diangkat ke film layar lebar juga mengungkapkan pendapatnya terkait beberapa menteri dalam kabinet Jokowi ini, termasuk Wishnutama.
"Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, gokil!" seperti diterjemahkan dari unggahan Ika Natassa.
"@wishnutama selamat ngopi bpk Mentri yg pst akan diidolakan para emak2 😅😅😅😅😅😅😅" komentar akun @ dayuwarsiki yang juga mendukung Wishnutama sebagai menteri di Kabinet Jokowi.
Jokowi Ungkap Alasan di Balik Pemilihan Prabowo Jadi Menhan, Apa Itu?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Padahal, mantan Danjen Koppasus itu merupakan rivalnya saat Pilpres 2019.
Meski begitu, Jokowi tetap memilih Prabowo sebagai menteri untuk membantunya menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan. Hal ini didasarkan keinginan Jokowi untuk membangun sebuah demokrasi gotong royong.
"Kita ini ingin membangun sebuah demokrasi gotong royong. Jadi perlu saya sampaikan bahwa di Indonesia ini tidak ada yang namanya oposisi kayak di negara lain," jelas Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Joklwi mengatakan, sistem demokrasi yang dianut di Indonesia adalah gotong royong. Sehingga, dia menilai tak ada yang salah apabila Prabowo dijadikan menteri di kabinetnya.
"Demokrasi kita adalah demokrasi gotong royong. Kalau itu baik untuk negara, baik untuk bangsa kenapa tidak dan memang sistem presidential yang kita miliki ini tidak kayak di luar," kata dia.
"Biasanya ada dua partai besar, ini ndak. Meskipun dua yang berkompetisi tapi partainya banyak. Ini kita memang masih menuju pada sebuah proses demokrasi bernegara ke depan," sambung Jokowi.
Menurut dia, Prabowo memiliki pengalaman besar di dunia militer. Untuk itu, Jokowi menyebut posisi Menteri Pertahanan sangat cocok untuk Prabowo.
"Ya memang pengalaman beliau besar beliau ada di situ," ucap Jokowi.
Serah terima jabatan Menteri Pertahanan dari Ryamizard Ryacudu ke Prabowo Subianto resmi dilakukan. Serah terima jabatan itu ditandai dengan penyerahan pelakat kepemimpinan yang ditandatangani keduanya.
Acara serah terima jabatan ini berjalan singkat sekira 20 menit di lantai 16 Gedung AH Nasution Kompleks Kementerian Pertahanan.
Serah terima jabatan ini dilakukan usai apel penyambutan yang berlangsung di lapangan apel utama.
Prabowo tak didampingi lagi oleh putranya, Didit Hediprasetyo. Kali ini, dia didampingi sang adik, Hashim Djojohadikusumo. Sementara, Ryamizard didampingi istri dan kedua anaknya.
Pada pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Prabowo didampingi sang putra Didit Hediprasetyo.
Sabtu, 19 Oktober 2019
Cara Unik Para Menteri Akhiri Masa Tugasnya, Ada yang Jadi Model
Jumat, 18 Oktober 2019 kemarin merupakan hari terakhir masa kerja para Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) periode 2014-2019. Pada hari yang sama, Jokowi coba mengundang menteri-menterinya ke Istana Negara di Jakarta untuk berkumpul pada sebuah pesta perpisahan.
Pada kesempatan tersebut, banyak momen unik dari para menteri yang terrekam dalam jepretan kamera. Seperti dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang selama ini dikenal dengan sikap tegasnya dalam menjaga laut Indonesia.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun resmi Instagram miliknya, Susi yang pada kesempatan tersebut mengenakan dress pink berbalut syal motif bunga, coba lenggak-lenggok berpose di depan menteri lainnya bak seorang foto model.
Sontak saja kelakuan itu memancing tawa dari para rekannya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang ikut gemas dengan kelakuannya coba datang menghampiri Susi untuk memeluk dan menciumnya.
Sri Mulyani kemudian mengajak menteri wanita lainnya seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk berfoto bersama.
Momen lucu lainnya lalu datang ketika Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tiba-tiba mejeng di belakang kelima wanita tersebut sembari melambaikan tangan saat proses penjepretan. Kesempatan itu tampaknya memang sudah ia tunggu-tunggu, sebab dirinya sedari awal sudah berdiri di samping Susi.
Selain Susi Pudjiastuti, Menteri Kabinet Kerja lainnya yang turut mengunggah foto perpisahan di Instagram yakni Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Dia menaikan 3 foto saat berada di Istana, dan turut berterimakasih kepada Jokowi-JK yang telah memercayainya duduk sebagai dua menteri berbeda pada periode yang sama.
"AMIGOS PARA SIEMPRE, foto bersama di hari kerja terakhir KABINET KERJA, terima kasih atas kepercayaan dari Bangsa dan Negara serta Presiden dan Wakil Presiden kepada saya selama hampir 5 tahun, 2014-2019, baik di Kementrian Perhubungan maupun di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral," tulisnya.
Menteri lainnya yang tak ketinggalan mengabadikan momen perpisahan di Instagram yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri.
Sedikit berbeda, lantaran video yang diunggahnya tidak berlokasi di Istana, melainkan saat dirinya beserta staf di Kementerian Ketenagakerjaan bersepeda sejauh 9,8 km pada Jumat pagi.
"FUN-BIKE. Aktivitas perdana pagi-pagi tadi di hari terakhir bekerja sebagai Menaker RI, funbike sejauh 9,8 km. Selain untuk merayakan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2019 mendatang, kegiatan funbike juga merupakan farewell event saya bersama seluruh pegawai @kemnaker RI dan mitra-mitra kerja kementerian," tuturnya.
Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Akan Dihadiri Belasan Kepala Negara
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebutkan, setidaknya 17 kepala negara telah mengonfirmasi kehadirannya pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024.
"Ada 17 kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus yang confirm hadir besok," kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, usai gladi bersih pelantikan presiden dan wapres di Gedung MPR-DPR-DPD RI, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).
Di antara kepala negara yang bakal hadir, kata politikus Partai Golkar itu, yakni Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Wakil Presiden Republik Rakyat China Wang Qishan.
Kemudian, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Mahathir Muhammad, dan PM Australia Scott Morrison.
Untuk duta besar, Bamsoet menyebutkan setidaknya ada 168 dubes yang dijadwalkan menghadiri pelantikan presiden dan wapres terpilih.
Selain tamu dari negara lain, MPR juga telah menyampaikan undangan kepada para tokoh nasional, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemudian, ada pula undangan untuk mantan kompetitor Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
"Seluruhnya, Alhamdulillah confirm hadir," kata Bamsoet seperti dikutip Antara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono menyampaikan persiapan pelantikan presiden dan wapres sudah dilakukan secara maksimal, termasuk dengan gladi resik.
"Kita baru saja gladi resik, ya. Saya kira sudah final, dalam arti perencanaan untuk persidangan. Oleh karena itulah tentu persiapannya sudah sangat maksimal, tinggal pelaksanaannya besok," katanya.
Diakui Ma'ruf, tentu ada evaluasi dari pelaksanaan gladi resik, tetapi langsung diperbaiki sehingga secara prinsip pelantikan presiden dan wapres siap dilaksanakan.
"Bisa dilihat sendiri, sarana prasarana sudah siap. Soal dukungan pengamanan, saya kira juga sudah maksimal, TNI-Polri mendukung," katanya.
Jumat, 18 Oktober 2019
Jokowi: JK Teman Tukar Pikiran yang Baik, Berpengalaman di Segala Bidang
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut Wapres Jusuf Kalla (JK) merupakan sosok yang memiliki segudang pengalaman di berbagai bidang. JK, kata dia, berpengalamam di bidang politik, bisnis, hingga birokrasi.
"Beliau ini, Pak JK, yang punya pengalaman di segala bidang, Beliau pernah jadi pengusaha, pernah jadi Ketua Golkar, di politik pernah jadi menteri, menko, wapres, semuanya pengalaman Beliau pernah memiliki," ujar Jokowi usai acara perpisahan bersama JK dan Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku seringkali meminta pendapat dan bertukar pikiran dengan JK. Khususnya, saat hendak mengambil keputusan penting.
"Entah pagi, subuh, tengah malam, kita selalu, baik lewat telpon, bertemu muka, itu yang sangat baik bagi saya dalam bertukar pikiran untuk memutuskan setiap hal yang sangat penting bagi negara ini," jelas Jokowi.
Dia mengatakan, selama lima tahun bekerja, dirinya dan JK selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan yang belum diselesaikan. Untuk itu, dia ingin agar pemerintahan ke depan berkerja dengan target.
"Saya kira kita bekerja dengan target ya, bekerja dibatasi waktu," tuturnya.
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR pasa 20 Oktober mendatang. Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebut acara pelantikan dilakukan pukul 14.30 WIB.
Selasa, 15 Oktober 2019
3 Menteri Jokowi yang Semakin Repot di Akhir Jabatannya
Masa jabatan para menteri Kabinet Kerja Joko Widodo atau Jokowi-Jusuf Kalla atau JK akan segera berakhir.
Selesainya tugas para menteri ini seiring dengan berakhirnya pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama, pada 20 Oktober 2019 mendatang.
Namun di akhir masa kerja, ada beberapa menteri Jokowi yang justru semakin repot. Menteri-menteri ini mendapat tugas tambahan sebagai pelaksana tugas menteri yang mengundurkan diri.
Siapa saja menteri-menteri itu? Berikut ulasannya:
1. Hanif Dhakiri
Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri diberi tugas baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tugas baru itu ialah sebagai Plt Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Imam Nahrawi.
Hanif merangkap jabatan lantaran Imam mengundurkan diri setelah tersandung kasus suap yang ditangani KPK. Sejumlah alasan menjadi pertimbangan Presiden memilih Hanif. Salah satunya karena sama-sama berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kan ada beberapa menteri yang nanti dilantik pada tanggal 1 Oktober dan juga dilantik sebagai anggota DPR. Oleh karena itu pilihannya tidak banyak, akhirnya Pak Presiden memutuskan Pak Hanif sebagai PLT," kata Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, di sela jumpa pers di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).
2. Tjahjo Kumolo
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengalami nasib sama dengan Menaker Hanif Dakhiri. Tjahjo dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) menggantikan Yasonna Hamonangan Laoly.
Yasonna mundur lantaran menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Tjahjo ditunjuk sebagai pelaksana tugas wewenang dan tanggung jawab sebagai Menkumham, hingga Kabinet Kerja I berakhir pada 20 Oktober 2019.
"Saya sebagai pembantu Presiden siap melaksanakan tugas sebagai mana keputusan Presiden tersebut dengan penuh tanggung jawab," kata Tjahjo dalam pesan singkat, Selasa (1/10/2019).
3. Darmin Nasution
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution juga mendapat tugas tambahan setelah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai pelaksana tugas Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Menko Darmin menjadi Plt Menko PMK menggantikan Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua DPR.
Staf Khusus Presiden Adita Irawati mengungkapkan penunjukan Darmin sudah melalui pertimbangan.
"Plt-nya Pak Darmin Nasution sudah melalui berbagai pertimbangan termasuk sudah memahami berbagai hal yang harus ditangani di kementerian terkait," kata Adita saat dihubungi, Selasa (1/10/2019).
Langganan:
Postingan (Atom)
Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Tidak banyak yang menyadari bahwa pasangan yang mengalami kudis dapat menularkan penyakitnya ini melalui hubungan seks. Padahal, kudis terma...
-
Cerita Dewasa : Awal nya Untuk bertanya langsung padanya aku tidak berani Takut dia jadi tahu bahwa sebenarnya perbuatannya dengan ibuku...
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2948560/original/038664400_1571902948-Nadiem-Makarim-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947826/original/014359000_1571836030-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2945126/original/097763500_1571650808-20191021-Prabowo-dan-Edhy-prabowo-ke-Istana-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2943603/original/079105800_1571470738-EHNCIhBUUAA1XhU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2929384/original/007488000_1570091113-20191003-Jokowi-pimpin-sidang-kabinet-paripurna-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2929855/original/030744900_1570142154-f735be9e-dac7-4a6f-9046-2ca7100f6137.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2920612/original/037292200_1569320080-Menaker_Hanif__8___1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505800/original/008929200_1486979591-20170213--Menkumham-dan-Mendagri-Bahas-RUU-Pemilu-Bareng-Pansus-di-Senayan-Johan-tallo-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1424079/original/056456900_1480666539-Darmin_Nasution.jpg)