Tampilkan postingan dengan label Frank Lampard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Frank Lampard. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2020

Frank Lampard Naik Pitam Chelsea Tak Beli Pemain Baru


Frank Lampard naik pitam dengan manajemen timnya, Chelsea. Pada bursa transfer Januari 2020, The Blues, sebutan Chelsea, tidak mendatangkan pemain baru.

Sebaliknya The Blues hanya mendatangkan pemain berusia 16 tahun, Bryan Fiabema, yang bermain di akademi Padahal, Chelsea telah bebas dari larangan transfer pemain di dua jendela transfer dari FIFA.

Itu membuat tim asuhan Frank Lampard hanya bisa memasukkan Christian Pulisic yang telah dibeli pada bursa transfer sebelumnya. Chelsea juga mempermanenkan Mateo Kovacic yang dipinjam dari Real Madrid musim lalu. The Blues sempat bernapas lega karena CAS mencabut larangan tersebut pada November 2019.

Namun, manajemen malah tidak menggunakan kesempatan itu untuk mendatangkan pemain. Padahal mereka sempat menjanjikan dana hingga 150 juta paun untuk Lampard belanja pemain.

"Setiap kali saya melihat televisi, seorang pemain telah menandatangani kesepakatan dengan klub lain," kata Lampard dikutip The Sun, Sabtu (1/2/2020).

"Manchester United mendapatkan pemain kelas dunia dan Sheffield United membuat kontrak yang fantastis," imbuhnya.

"Kami sekarang telah melewatkan dua jendela transfer. Ini membuat sedikit lebih penting karena kami melewatkan yang terakhir," lanjut Lampard.

Kurangnya aktifitas di bursa transfer Januari 2020 membuat Chelsea memertahankan Olivier Giroud. Padahal sang pemain ingin sekalin pindah untuk bisa mendapatkan menit bermain yang cukup.

Chelsea juga mendapatkan sedikit masalah dalam mempertahankan Tariq Lamptey. Pemain berstatus wonderkid itu ingin pindah dari Stamford Bridge untuk mendapat menit bermain yang cukup.

Pemain berusia 19 tahun itu kontraknya akan habis akhir musim dan masih alot dalam perpanjangan kontrak. Pasalnya menginginkan menit bermain yang cukup.

Lamptey juga bersaing dengan Cesar Azpilicueta dan Reece James di posisi bek kanan Chelsea. Dua pemain tersebut saat ini menjadi pilihan utama Lampard.

Rabu, 25 Desember 2019

Bungkam Mourinho, Frank Lampard Makin Pede Pakai Strategi Ini untuk Chelsea


Manajer Chelsea, Frank Lampard semakin percaya diri untuk menggunakan formasi 3-4-3. Rasa percaya diri ini bertambah besar usai Chelsea berhasil kalahkan Tottenham Hotspur yang dinahkodai sang guru, Jose Mourinho.

Chelsea sudah cukup familiar dengan formasi 3-4-3. Sebelum Frank Lampard memakainya, ada Antonio Conte yang juga memakai formasi serupa. Conte bisa dibilang sukses bersama Chelsea dengan formasi tersebut.

Beberapa pemain Chelsea pada era Conte menjadi manajer masih ada di skuad sampai saat ini. Marcos Alonso, Cesar Azpilicueta, Pedro, Willian, Antonio Rudider dan beberapa pemain lain merupakan skuad peninggalan Conte.

Frank Lampard memang belum cukup sering memakai formasi 3-4-3. Salah satu momen penting Chelsea dengan formasi 3-4-3 yakni ketika menang atas Tottenham akhir pekan lalu. Chelsea tampil sangat solid dengan formasi itu.

Frank Lampard sebenarnya lebih sering memakai formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 di Chelsea, begitu juga ketika masih di Derby County. Namun, saat mengubah formasi menjadi 3-4-3, Frank Lampard dianggap cukup sukses dan membawa Chelsea menang.

"Kami sudah memainkannya beberapa kali, dan kami sudah menggunakannya di beberapa pertandingan. Itu bisa bekerja. Alasan kami memakainya saat melawan Tottenham adalah karena kami memiliki pandangan yang baik pada Tottenham dan bagaimana mereka bermain, dan saya pikir itu adalah cara terbaik bagi kami untuk bermain," kata Frank Lampard dikutip dari situs resmi klub.

Melawan Tottenham, kata Frank Lampard, dianggap sebagai salah satu laga terbaiknya di Chelsea sejauh ini. Karena merasa sangat puas, Frank Lampard membuka peluang untuk terus memakai formasi 3-4-3 pada musim 2019/2020 ini.

"Saya banyak berdiskusi dengan staf pelatih minggu lalu, kami banyak berlatih minggu lalu, dan ternyata berhasil. Ini tentunya sesuatu yang dapat kami gunakan dan kami bisa melihat bagaimana kami melangkah maju," kata manajer 41 tahun tersebut.

Rabu, 11 Desember 2019

Julian Nagelsmann dan Frank Lamprad, Muda dan Berjaya di Liga Champions


RB Leipzig dan Chelsea mampu lolos ke babak 16 Besar Liga Champions musim 2019/2020. Sukses ini tentu saja tidak lepas dari tangan dingin pelatih kedua tim, Julian Nagelsmann dan Frank Lampard.

Nagelsmann maupun Lampard terhitung baru di klub, dalam posisi sebagai pelatih. Keduanya baru menerima kontrak pada awal musim 2019/2020. Namun, sejauh ini sudah mampu meraih hasil bagus.

Walau masih baru, hasil kerja kedua pelatih tidak bisa dipandang sebelah mata. RB Leipzig tampil konsisten pada musim 2019/2020. Sedangkan, Chelsea yang punya setumpuk masalah tampil cukup bagus di bawah Lampard.

Menariknya, kedua manajer masih berusia sangat muda. Nagelsmann baru berusia 32 tahun, sedangkan Lampard berusia 41 tahun. Namun, usia muda tidak menjadi penghalang kedua pelatih untuk berjaya di Eropa.

Julian Nagelsmann punya reputasi yang bagus di Jerman. Dia mulai bersinar saat melatih Hoffenheim. Bukan hanya mampu promosi ke Bundesliga, Nagelsmann juga membawa Hoffenheim tampil di Liga Champions pertama kali dalam sejarah klub.

Nagelsmann pindah ke RB Lipzig mulai awal musim 2019/2020. Dia tidak punya dana transfer yang besar layaknya Bayern Munchen dan Dortmund, namun dia mampu membeli pemain dengan amat cermat.

Nagelsmann sukses membawa RB Leipzig lolos ke babak 32 Besar Liga Champions, pertama kali dalam sejarah klub. Nagelsmann mencatat prestasi ini pada usia 32 tahun 4 bulan dan 18 hari. Sangat muda untuk usia seorang pelatih.

Usia Nagelsmann bahkan lebih muda jika dibanding Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Bahkan, dikutip dari Squawka, terdapat 60 pemain yang lebih tua dibanding Nagelsmann di fase grup Liga Champions musim 2019/2020 ini.

Selasa, 12 November 2019

Mount Bantah Lampard Pilih Kasih di Chelsea


Mason Mount menyebut pemain muda Chelsea tak mudah menembus tim utama. Ia membantah manajer Frank Lampard pilih kasih pada pemain muda.

Mulai musim ini Lampard melakukan revolusi di Stamford Bridge. Ia tak lagi mengandalkan pemain bintang sebagai pilihan utama.

Apalagi Chelsea juga dilarang membeli pemain dalam dua kali bursa transfer. Praktis The Blues hanya mengandalkan pemain yang ada dan juga jebolan akademi.

Keputusan Lampard memakai pemain muda terbukti jitu. Chelsea melesat ke posisi ketiga klasemen Liga Inggris.

Bahkan Chelsea mampu meraih enam kemenangan beruntun di Liga Inggris. Atau yang pertama sejak musim 2016/17.

"Kami tahu akan menjadi pemain inti saat Lampard menjadi manajer. Tetapi kami juga harus membuktikan diri kalau siap diberikan kepercayaan itu," ujar Mount seperti dilansir Evening Standard.

"Apalagi kami diremehkan karena adanya larangan bursa transfer. Jadi sekarang kami harus benar-benar menunjukkan kualitas."

"Manajer menargetkan kami finis di papan atas dan saya pikir kami bisa mewujudkannya."

Kamis, 31 Oktober 2019

MU Tekuk Chelsea, Lampard Terkesan dengan Aksi Rashford


Manajer Chelsea, Frank Lampard, memberikan pujian kepada Marcus Rashford setelah timnya kalah dari Manchester United. Menurutnya, Rashford memiliki talenta yang luar biasa.

Chelsea kalah 1-2 dari Manchester United pada laga putaran keempat Piala Liga. Gawang Chelsea dibobol dua kali oleh Rashford.

Hal itu membuat Lampard mengakui talenta yang dimiliki Rashford.

"Gol kedua Marcus pada laga tadi sangat luar biasa. Itu adalah eksekusi yang fantastis," ujar Lampard.

"Bola mengalir deras dan menuju sudut yang sulit. Tidak ada kiper yang bisa menghalau tendangan seperti itu. Arah bola tidak beraturan dan deras."

"Selain itu, kami juga harus menyoroti permainan kami sendiri. Chelsea tidak bermain cukup bagus pada babak pertama."

"Marcus memiliki teknik yang luar biasa. Saya sudah pernah melihatnya melakukan tendangan serupa, dan bolanya tidak selalu menuju sudut gawang," ungkap Lampard.

Kekalahan dari Manchester United mengakhiri rentetan tujuh kemenangan yang diraih Chelsea. Pada laga berikutnya, Chelsea akan berhadapan dengan Watford di Premier League.

Kekalahan dari Manchester United membuat Chelsea harus kembali merasakan kekecewaan. Sebelumnya, Chelsea berharap bisa membalas kekalahan pada laga pekan pertama Premier League.

Saat itu, Chelsea takluk dengan skor 0-4. Namun seiring berjalannya waktu, Lampard menemukan formula yang tepat untuk permainan Chelsea.

Hal itu membuat Chelsea mencatatkan hasil positif. Bahkan, manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menilai kalau Chelsea bisa bersaing untuk gelar juara dengan skuat yang dimiliki.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Chelsea Kehilangan 5 Pilar Kala Sambangi Markas Burnley


Manajer Chelsea, Frank Lampard, tak bisa menurunkan lima pemain andalannya saat mengadapi Burnley pada laga pekan ke-10 Premier League. Hal itu membuat Lampard merasa khawatir dengan performa The Blues.

Chelsea kehilangan lima pemain karena cedera. Pemain yang dimaksud adalah Ruben Loftus-Cheek, N'Golo Kante, Ross Barkley, Andreas Christensen, dan Antonio Rudiger.

"Saya memerlukan Kante pada laga nanti, namun ia tidak bisa tampil. Saya sangat berharap ia bisa pulih sebelum laga," ujar Lampard.

"Rudiger mengalami cedera yang parah. Namun, saya yakin ia akan segera kembali."

"Christensen dan Barkley juga tidak berada dalam kondisi yang bagus. Jadi mereka tak bisa bermain pada laga nanti."

"Burnley adalah lawan yang berat. Mereka bermain sangat intens. Kami akan menghadapi masalah besar pada laga nanti," ungkap Lampard.

Chelsea menempati posisi empat besar setelah mencatatkan hasil positif pada enam laga terakhirnya. Hal itu membuat Chelsea wajib meraih positif untuk menjaga peluangnya.

Hukuman embargo transfer yang dijalani Chelsea memberikan efek positi bagi klub tersebut. Di tangan Frank Lampard, Chelsea tampil kompetitif di Premier League dengan para pemain mudanya.

Padahal, Chelsea sempat dikenal sebagai pemain yang gemar mengirimkan pemain dengan status pinjaman. Hal itu membuktikan kalau Chelsea memiliki akademi sepak bola yang bagus.

Manajemen Chelsea diharapkan dapat menjaga kondisi tersebut ketika hukuman embargo sudah selesai dijalani. Kondisi tersebut diprediksi akan membuat Chelsea memiliki skuat yang matang.

Senin, 07 Oktober 2019

Southampton Vs Chelsea, Lampard Sanjung Kehebatan Tammy Abraham


Manajer Chelsea, Frank Lampard sangat senang dengan aksi yang ditunjukkan Tammy Abraham saat The Blues kalahkan Southampton 4-1 pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (6/10/2019).

Tammy menyumbangkan satu gol di kemenangan Chelsea tersebut. Itu merupakan gol ke delapan striker muda Chelsea tersebut musim ini.

Pekan Tammy semakin lengkap karena dia juga dipanggil Timnas Inggris. Lampard menilai Tammy pantas menjalani pekan yang indah di bulan ini.

Gol striker Chelsea berusia 22 tahun ke gawang Southampton cukup indah. Dia manfaatkan umpan Callum Hudson-Odoi dengan tendangan melambung yang melewati kiper.

"Anda bicarakan orang saat meraih hasil bagus, tapi buat saya. Kehebatan Tammy disebabkan dengan cara dia kerja keras sejak pramusim. Bagaimana dia menjawab keraguan orang akan kualitas dia," kata Lampard seperti dikutip Skysports.

Lampard menilai kerja keras yang sudah membuat Tammy bisa berhasil seperti sekarang. Manajer Chelsea itu sebut striker jangkung itu paket komplet.

"Dia tidak saja menyulitkan bek, dia lari melewati mereka, kontrol bola dengan kaki yang bagus dan dia juga cetak gol. Itu hal brilian dari dia," ujar Lampard.

"Saya sudah percaya dengan dia sejak awal musim. Saya merasa ini saatnya dia kembali ke Chelsea. Orang mungkin mengira itu gara-gara larangan transfer, tapi faktanya kami juga punya Olivier Giroud dan Michy Batshuayi."

Lampard mengaku masih inginkan hal lebih dari Tammy. "Dia pantas jalani pekan yang menakjubkan dan awal musim yang bagus," ujarnya.

Chelsea Dekati Empat Besar, Frank Lampard Minta Tim Tetap Fokus


Chelsea berhasil mengalahkan Southampton 4-1 pada pekan ke-delapan Liga Inggris, Minggu 6 Oktober 2019 lalu. Kemenangan itu menegaskan kekuatan Chelsea dan mengantarkan mereka ke peringkat ke-5 klasemen sementara.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard, merasa timnya sudah melaju cukup baik di Liga Inggris sejauh ini. Dia yakin kekuatan The Blues tidak bisa diremehkan di antara tim-tim top six lainnya.

Sebelum musim dimulai, Chelsea diprediksi bakal gagal menembus empat besar karena masalah embargo transfer dan sejumlah masalah lainnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Chelsea mengejutkan dari laga ke laga.

Lampard yakin posisi timnya yang sekarang belum yang terbaik, tapi setidaknya sudah bisa jadi modal berharga. Chelsea bakal lebih percaya diri ketika bermain di laga-laga penting.

"Sulit berbicara tentang ekspektasi, sebab kami tahu bakal ada banyak tantangan dan Anda tidak bisa selalu menilai di mana posisi rival-rival Anda," buka Lampard kepada Sky Sports.

"Saya merasa kami seharusnya bisa mendapatkan poin lebih banyak karena performa apik kami. Bukan berarti kami tidak beruntung, hanya berusaha mengkritik diri sendiri: ada pertandingan yang seharusnya kami menangkan tapi gagal."

"Namun, saya cukup senang dengan posisi kami di antara grup tersebut [top six] - jelas Liverpool tidak bisa ditandingi, tetapi musim masih awal dan kami berada di posisi yang bagus," imbuhnya.

Biar begitu, Lampard memperingatkan skuadnya untuk tetap fokus. Premier League ketat dan kejam. Begitu mereka hilang fokus, situasi bisa berubah dengan cepat.

"Kondisi ini seharusnya membuat kami lebih kencang melaju di jalur yang sama, sebab begitu Anda bersantai di liga ini, segalanya bisa berubah dengan cepat," lanjut Lampard.

"Penyebab kami bisa bermain sebaik ini adalah karena betapa kerasnya kami bekerja keras dan bagaimana skuad kami menyatu. Jika terus melakukannya, kami akan bersaing di papan atas, semoga," tandasnya.

Rabu, 25 September 2019

Cedera Paha, Emerson Absen 4 Pekan Bela Chelsea


Manajer Chelsea, Frank Lampard, memastikan Emerson Palmieri akan absen setidaknya hingga empat pekan ke depan. Pemain berusia 25 tahun tersebut harus menjalani perawatan akibat mengalami cedera paha.

Cedera tersebut didapat Emerson ketika membela Chelsea dalam laga kontra Liverpool, akhir pekan kemarin. Saat itu, dia hanya bertahan di lapangan selama 15 menit dan harus digantikan Marcos Alonso.

Emerson sejatinya sudah sempat absen pada pekan sebelumnya, karena cedera yang didapat ketika memperkuat Timnas Italia pada kualifikasi Piala Eropa 2020 beberapa waktu lalu.

Berbicara dalam konferensi pers jelang laga Piala Liga Inggris kontra Grimsby Town, di Stamford Bridge, Rabu (26/9/2019), Lampard menyebut cedera Emerson tak terlalu parah. Meski begitu, si pemain harus beristirahat untuk sementara waktu.

"Emerson kini tak akan kembali bermain hingga selesainya jeda internasional (pertengahan Oktober)," ujar Lampard seperti dikutip Sky Sports.

"Emerson akan absen dalam beberapa pekan, karena cederanya kambuh, jadi kami harus sedikit berhati-hati dengannya," tambah legenda Chelsea tersebut.

Selain Chelsea, Emerson juga bakal tak bisa memperkuat Timnas Italia saat bersua Yunani pada 12 Oktober, sebelum tiga hari berselang meladeni tantangan Liechtenstein di kualifikasi Piala Eropa 2020.

Setelah sempat terpinggirkan di era Maurizio Sarri, Emerson kembali menemukan performa terbaiknya di bawah asuhan Frank Lampard. Dia pun menjadi starter reguler di pos bek kiri Chelsea musim ini.

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...