Tampilkan postingan dengan label Jose Mourinho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jose Mourinho. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2020

Tottenham Jadi Tantangan Terberat Mourinho Sejak Latih Porto 18 Tahun Lalu


Jose Mourinho sosok pelatih langganan juara. Di setiap klub yang disinggahinya, ia selalu berhasil mempersembahkan piala. Kini, pria asal Portugal itu menghadapi tantangan terberat dalam kariernya dengan melatih Tottenham Hotspur.

Jose Mourinho mengatakan pekerjaan Tottenham adalah tantangan terberat sebagai manajer sejak ia menukangi di FC Porto 18 tahun lalu.

The Special One berujar pengangkatannya sebagai bos Spurs pada bulan November di awali sejumlah kesialan. Tantangan berat yang ia hadapi sudah dihitung sejak awal ia mengiyakan tawaran menukangi Spurs.

Di awal masa kedatangannya, Jose yang menggantikan Mauricio Pochettino, mengantungi kemenangan 3-2 atas West Ham. Itu adalah kemenangan tandang pertama Tottenham di Liga Premier selama 11 bulan.

Dan kemenangan dalam dua pertandingan mereka berikutnya menghidupkan kembali harapan finis empat besar, membawa Spurs dalam tiga poin dari Chelsea di urutan keempat.

Namun kekalahan kandang dari The Blues mengawali rekor buruk hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Jose Mourinho berujar:

"Dengar, jika Anda ingin tahu apa yang ingin saya lakukan di sini, lihat pertandingan pertama saya melawan West Ham. Ide strategi yang saya coba kembangkan tim. Bermain dengan sistem bertahan empat pemain dan mengandalkan tiga pemain bertahan saat menyerang. Permainan overload yang coba saya kembangkan.

"Tapi saya mendapatkan kesialan di hari pertama, Ben Davies, cedera. Ia adalah pemain ideal di sisi pertahanan kiri untuk mengembangkan ide yang saya usung. Saya pikir semuanya dimulai dengan Hugo Lloris. Kamu kehilangan kiper utamamu begitu lama dan kemudian, dalam kasus yang saya alami, tim kehilangan Ben ketika mencoba mengembangkan sebuah ide untuk membuat tim berkembang."

Selanjutnya mimpi buruk didapat Jose Mourinho. Mesin gol utama Tottenham, Harry Kane, cedera parah yang membuatnya absen hingga bulan April (dan mungkin saja lebih lama lagi).

Tak berhenti sampai di situ, Jose Mourinhomenghadapi persoalan baru. Moussa Sissoko juga tumbang karena cedera. Sang pemain punya peran vital di lini tengah. Jose tak punya pemain pengganti yang ideal. Tanguy Ndombele, pemain yang didatangkan Tottenham Hotspur dengan banderol mahal  65 juta poundsterling hingga pertengahan musim gagal mengembalikan kondisi kebugarannya usai cedera jelang Premier League bergulir.

Senin, 23 Desember 2019

Latih Tottenham, Jose Mourinho 2 Kali Diperdaya Mantan


Jose Mourinho kini menjadi manajer di Tottenham Hotspur. The Lily White menunjuk pria asal Portugal sebagai manajer tetap untuk menggantikan peran Mauricio Pochettino.

Jose Mourinho memulai kiprahnya di London Utara dengan cukup bagus. Sebab, dia mampu membawa Tottenham lolos ke babak 16 Besar Liga Champions. Harry Kane dan kolega juga bangkit di Premier League.

Namun, performa Tottenham di bawah kendali Jose Mourinho kemudian tidak berada di level yang stabil. Spurs tampil labih dan baru mencatat satu kalu cleansheet dari tujuh laga yang dimainkan.

Jose Mourinho punya catatan yang apik saat berjumpa mantan klubnya, catatan diambil sebelum melatih Tottenham. Dia hanya tujuh kali kalah dari 21 laga melawan mantan klub yang pernah dilatihnya.

Sebagai informasi, sepanjang karinya, Jose Mourinho pernah melatih di klub Benfica, Leiria, Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United. Jose Mourinho pernah dua kali menjadi manajer di Chelsea.

Hanya saja, keperkasaan Jose Mourinho saat berjumpa mantan kini mulai terkikis. Jose Mourinho mulai 'rapuh' dan mudah disakiti sang mantan. Mau bukti? Tengok dua laga terakhir Jose Mourinho melawan mantan timnya.

Jose Mourinho kalah dari Manchester United dengan skor 2-1 pada 5 Desember lalu di Old Trafford. Paling baru, Mourinho dikalahkan Chelsea dengan skor 2-0 akhir pekan ini. Dua kali Jose Mourinho dikalahkan mantan dalam satu bulan.

Kekalahan atas Chelsea memberi satu catatan unik lain dalam karir Jose Mourinho. Bagi pria berusia 56 tahun, ini merupakan kekalahan pertama atas mantan klub pada laga yang digelar di kandang.

Jose Mourinho juga kalah dari tim yang dilatih mantan pemainnya, Frank Lampard. Dahulu, Jose Mourinho pernah menjadi bos Lampard di Chelsea. Mereka pernah punya hubungan yang baik dan meraih banyak gelar.

Namun, jika dulu Lampard harus menurut apa yang dikehendaki Mourinho, maka situasi kini berbeda. Lampard beradu takti dengan sang bekas mentor dan justru mampu meraih kemenangan.

Minggu, 22 Desember 2019

Mourinho Tertawakan Keputusan Arsenal Tunjuk Arteta Sebagai Manajer


Jose Mourinho mempertanyakan keputusan Arsenal menunjuk Mikel Arteta sebagai manajer. The Special One menyebut Arteta tak cukup pengalaman untuk menangani klub di level tertinggi.

Arsenal menunjuk Arteta menggantikan Unai Emery hingga 3,5 musim ke depan. Ia mengalahkan kandidat lain seperti Carlo Ancelotti dan Massimilliano Allegri.

Padahal Arteta sendiri belum punya pengalaman sebagai manajer. Ia hanya menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City selama sejak tiga tahun terakhir.

"Jujur saya sedikit tertawa dengan keputusan Arsenal. Salah satu alasan yang masuk dalam pikiran saya adalah Arteta punya rekor tak terkalahkan lebih sedikit ketimbang kandidat lainnya," kata Mourinho menyindir seperti dilansir Metro.

"Mungkin Arsenal mencari manajer yang paling sedikit kalah ketimbang yang lebih banyak menang. Ancelotti tiga kali menang Liga Champions, selalu juara di liga di Italia dan Prancis serta Inggris tetapi dia kalah dari Arteta, saya tak habis pikir," ujar Mourinho yang kini menangani Tottenham Hotspur.

Selasa, 17 Desember 2019

Jose Mourinho Ungkap 2 Sosok Pemimpin Terbaik Tim


Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, menegaskan ada perbedaan besar antara seorang kapten dan pemimpin. Mourinho menyebut sosok kapten yang bertipe pemimpin sangat menguntungkan pelatih.

Secara tersirat, Jose Mourinho menyebut tidak setiap kapten memiliki jiwa pemimpin.

Pelatih berusia 56 tahun memberikan contoh legenda Inter Milan, Javier Zanetti, serta mantan pemain Chelsea, John Terry, sebagai sosok pemimpin. Bahkan, Mourinho menganggap Zanetti dan Terry merupakan sosok pemimpin terbaik selama berkarier sebagai pelatih.

"Dua orang ini (Javier Zanetti dan John Terry) adalah pemimpin dan ketika Anda memiliki para pemimpin ini Anda menjadi lebih dari seorang pelatih, Anda lebih fokus pada sisi pelatihan itu," ujar Jose Mourinho, seperti dilansir dari Sportbible, Minggu (16/12/2019).

"Kapten dan pemimpin, ada perbedaan besar," tambahnya.

Mantan pelatih Real Madrid itu menegaskan seorang pemimpin itu tak bisa dibeli dan dibuat. Jose Mourinho menambahkan jika memiliki sosok pemimpin, klub tersebut akan selangkah lebih maju.

"Anda tidak membeli pemimpin, Anda tidak membuat pemimpin. Ketika Anda memilikinya, tim Anda selangkah lebih maju."

"Tapi, yang penting, sekarang sepak bola penuh dengan citra dan orang-orang memberikan lebih banyak perhatian pada orang-orang yang terlihat (seperti pemimpin daripada) orang-orang yang sebenarnya," tegas Jose Mourinho.

Apa yang dikatakan Jose Mourinho tersebut tentunya berdasarkan pengalamannya Jose Mourinho sebagai pelatih pelatih. Hingga saat ini total ada sekitar 8 klub yang sudah merasakan tangan dinginnya.

Beberapa klub yang pernah dilatih Mourinho antara lain Benfica, Leiria, FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United. Bersama klub-klub tersebut Mourinho mampu menorehkan banyak prestasi, antara lain trofi Liga Champions, Premier League, Serie A hingga La Liga.

Saat ini, Mourinho menukangi Tottenham Hotspur dan bertekad membawa klub tersebut mampu bersaing dengan anggota Big Six di Premier League. Dari 7 pertandingan terakhir Mourinho bersama Spurs, Lima laga di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Tak hanya itu, Tottenham Hotspur mampu mencetak 19 gol dari pertandingan terakhir bersama Jose Mourinho.

Minggu, 24 November 2019

Tottenham Bungkam West Ham 3-2, Debut Manis Jose Mourinho


Jose Mourinho meraih debut manis sebagai manajer Tottenham Hotspur. Dia membawa tim barunya itu menang 3-2 atas West Ham United di London Stadium, Sabtu (23/11/2019) dalam lanjutan Liga Inggris.

Tiga gol kemenangan Tottenham Hotspur dicetak oleh Son Heung Min, Lucas Moura, dan Harry Kane. Sedangkan gol balasan West Ham United dicetak Michail Antonio dan dan Angelo Ogbonna.

Tidak hanya menang, Jose Mourinho membawa Tottenham Hotspur mendominasi permainan. Spurs menguasai ball possession hingga 70 persen.

Kemenangan ini membawa Tottenham Hotspur melejit ke urutan enam dengan mengemas 17 poin. Sedangkan West Ham berada di posisi 16 dengan 13 poin.

Spurs membuka keran gol mereka di menit ke-36. Sepakan kaki kiri Son Heung Min langsung bersarang di gawang West Ham United tanpa bisa dihentikan Roberto.

Dua menit sebelum babak pertama berkahir, Tottenham Hotspur menggandakan skor. Kali ini melalui sepakan kaki kiri Lucas Moura usai menerima umpan dari Son Heung-Min. Skor 2-0 untuk The Lilywhite menutup paruh pertama.

Ketika babak kedua baru berjalan selama empat menit, Spurs kembali mencetak gol. Memanfaatkan umpan lambung Serge Aurier, sundulan Harry Kane menggetarkan jala gawang West Ham United.

Usaha tuan rumah memperkecil kedudukan membuahkan hasil di menit ke-73. Sepakan kaki kanan Michail Antonio tak bisa dihentikan kiper Spurs, Paulo Gazzaniga.

West Ham sebenarnya mampu mencetak gol pada menit ke-89 melalui Decline Rice. Namun gol tersebut dianulir VAR karena Rice sudah terjebak offside setelah menerima umpan Sebastien Haller.

Tuan rumah kembali mencetak gol di menit ke-90+6. Sepakan kaki kiri Angelo Ogbonna dari dalam kotak penalti menjebol gawang Spurs. Sayangnya gol tersebut tak mampu menyelamatkan West Ham dari kekalahan dengan skor 2-3 kontra Spurs.

Kamis, 21 November 2019

Janji Muluk Jose Mourinho untuk Penggemar Tottenham Hotspur


Manajer anyar Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, langsung memberi janji muluk untuk penggemar Spurs. Pria Portugal itu menjanjikan banyak semangat dalam comeback-nya ke dunia kepelatihan. Salah satu prioritasnya adalah mengembalikan senyuman ke wajah suporter.

"Apa yang bisa saya janjikan? Gairah. Untuk pekerjaan saya, tapi juga hasrat untuk klub saya. Saya tak bisa lebih bahagia dan jika saya tak bahagia, saya tidak akan berada di sini," ujar Mourinho dalam wawancara pertamanya yang diunggah di situs Tottenham Hotspur.

"Kaitannya dengan Premier League, kami tahu berada di mana dan tahu kami tak pantas berada di sana. Kami hanya harus bermain pertandingan demi pertandingan, pertandingan selanjutnya kami ingin menang, dan begitu pula selanjutnya, dan berikutnya, dan seterusnya sampai yang terakhir," ucapnya.

"Dan pada akhir musim, kita akan melihat di mana kami berada. Tapi, saya tahu kami akan berada di posisi yang berbeda dari yang kami tempati sekarang. Saya menantikan tantangan ini, tanggung jawab untuk menghadirkan kegembiraan buat semua yang mencintai klub ini," tegasnya.

Mantan manajer Porto dan Inter Milan ini mengaku senang dengan sesi latihan pertamanya bersama Harry Kane dkk. pada Rabu sore (20/11/2019) waktu setempat atau hanya beberapa jam setelah namanya diumumkan sebagai manajer anyar Tottenham Hotspur, menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat pada Selasa malam (19/11/2019) waktu setempat.

Mourinho mewarisi skuat yang finis di empat besar Liga Premier dalam empat musim beruntun dan menjadi runner-up Liga Champions musim lalu.

"Saya selalu diberi tahu perihal potensi klub dan kualitas pemain. Saya senantiasa diberi tahu tentang betapa luar biasanya pekerjaan yang dilakukan klub ini," ujarnya.

Tantangan pertama Jose Mourinho bersama Tottenham Hotspur adalah mengalahkan West Ham, klub penghuni peringkat ke-16 di klasemen sementara, pada lanjutan Premier League musim ini, Sabtu (23/11/2019).

Disadur dari Bola.com (Penulis Aning Jati/Editor Rizki Hidayat, Published 21/11/2019)

Rabu, 09 Oktober 2019

Jose Mourinho Sabar Tunggu Kesempatan Latih Tim Premier League


Setelah dipecat sebagai manajer Manchester United, 18 Desember 2018 lalu, Jose Mourinho belum menakhodai sebuah tim lagi. Dia lebih banyak menjadi pundit di salah satu stasiun televisi Inggris.

Sebenarnya, sudah banyak tawaran yang datang kepada Jose Mourinho. Namun, dia menolak tawaran melatih di klub sebelumnya, Benfica dan proposal sebesar 90 juta poundsterling (sekitar Rp1,55 triliun) dari klub Liga Super China Guangzhou Evergrande.

Hingga saat ini, dia lebih memilih menjadi pundit sambil menunggu tim yang tepat. Namun belakangan, pria berusia 56 tahun tersebut sedang memantau situasi kursi pelatih salah satu klub Inggris, Tottenham Hotspur.

"Saya harus sabar dan menunggu kesempatan dan peluang yang tepat, memiliki ukuran dan tingkat yang sama dengan saya sebagai seorang pelatih. Saya harus menunggu untuk waktu yang tepat," ujar mantan pelatih Real Madrid dan Chelsea itu yang dilansir Daily Mail.

Performa mengecewakan Spurs di awal musim telah menimbulkan keraguan atas masa depan Mauricio Pochettino. Meski begitu, klub tidak memiliki rencana untuk memecat pelatih asal Argentina itu yang telah bertugas sejak 2014 dan kontraknya berjalan hingga 2023.

Pochettino sendiri bersikeras bahwa timnya harus tetap bersama dan menemukan semangat baru setelah kekalahan 0-3 di Brighton. Selain Spurs, Jose Mourinho dikabarkan juga dihubung-hubungkan dengan Real Madrid.

Jumat, 20 September 2019

Jose Mourinho Berpeluang Kembali Ke Real Madrid


Presiden Real Madrid Florentino Perez siap menunjuk Jose Mourinho sebagai pengganti Zinedine Zidane. Perez menyebut Mourinho adalah pelatih yang tepat untuk memulihkan kondisi tim.

Real Madrid sejauh ini baru memenangkan dua laga dari empat pertandingan pembukaan La Liga mereka musim ini. Namun, Rabu malam kemarin Madrid dikalahkan Paris Saint-Germain 3-0 di ajang Liga Champions.

Keadaan menjadi lebih buruk bagi Zidane, setelah pemain yang didatangkannya musim panas ini, Eden Hazard, tak mampu memberi dampak dan gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran ke gawang PSG.

Menurut The Sun, Perez bersedia memberi Mourinho kesempatan keduakalinya di Santiago Bernabeu. Dan, presiden Real Madrid merasa bahwa mantan bos Manchester United itu, adalah satu-satunya orang yang bisa membuat klub kembali dengan stabil’.

Mourinho, sementara itu, dikabarkan sangat terbuka untuk kembali ke Real Madrid. Pelatih asal Portugal ini sebenarnya penantang kuat untuk mendapatkan pekerjaan setelah Santiago Solari dipecat pada bulan Maret.

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...