Kamis, 16 Januari 2020
Lolos ke Perempat Final Indonesia Masters 2020, Ahsan / Hendra Tak Tertahan
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tampil gemilang di Indonesia Masters 2020. Mereka sukses melangkah ke perempat final Indonesia Masters 2020.
Pada babak kedua Indonesia Masters 2020, Ahsan/Hendra mengalahkan pasangan Chinese Taipei, Lu Chin Yao/Yang Po Han, 21-19 dan 22-20 di Istora, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Ahsan/Hendra mendapat perlawanan ketat dari Lu/Yang yang berstatus non-unggulan. Kedua pasangan saling mengejar sejak awal. The Daddies akhirnya merebut gim pertama dengan skor tipis 21-19.
Situasi tidak berubah pada gim kedua. Lu/Yang kembali memberikan tekanan. Setelah kedudukan 7-7, Ahsan/Hendra mengambil momen untuk unggul lebih dari dua poin. Upaya mereka berhasil dan unggul empat angka pada interval.
Setelah jeda, Ahsan/hendra kehilangan lima poin beruntun. Lu/Yang pun menyamakan skor 11-11. Mereka malah berbalik unggul 16-14.
Ahsan/Hendra sempat menambah satu poin. Namun, mereka kembali tertekan dan tertinggal 15-18. Ahsan/Hendra sempat tertinggal 17-19, akhirnya menunjukkan taring mereka dan berbalik unggul 20-19.
Sebagai catatan, duel di Indonesia Masters 2020 ini adalah pertemuan ketiga bagi Ahsan/Hendra dan Lu/Yang. Dalam dua partai sebelumnya, Ahsan/Hendra selalu menang.
Pertandingan berlanjut ke deuce dua poin setelah Lu/Yang menyamakan skor 20-20. Ahsan/Hendra akhirnya meraih dua poin beruntun dan menutup laga dengan skor 22-20.
Pada perempat final Indonesia Masters 2020, Ahsan/Hendra akan menanti pemenang Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) atau unggulan ketujuh Lee Yang/Wang Chi Lin (Chinese Taipei).
Rabu, 15 Januari 2020
Tottenham Jadi Tantangan Terberat Mourinho Sejak Latih Porto 18 Tahun Lalu
Jose Mourinho sosok pelatih langganan juara. Di setiap klub yang disinggahinya, ia selalu berhasil mempersembahkan piala. Kini, pria asal Portugal itu menghadapi tantangan terberat dalam kariernya dengan melatih Tottenham Hotspur.
Jose Mourinho mengatakan pekerjaan Tottenham adalah tantangan terberat sebagai manajer sejak ia menukangi di FC Porto 18 tahun lalu.
The Special One berujar pengangkatannya sebagai bos Spurs pada bulan November di awali sejumlah kesialan. Tantangan berat yang ia hadapi sudah dihitung sejak awal ia mengiyakan tawaran menukangi Spurs.
Di awal masa kedatangannya, Jose yang menggantikan Mauricio Pochettino, mengantungi kemenangan 3-2 atas West Ham. Itu adalah kemenangan tandang pertama Tottenham di Liga Premier selama 11 bulan.
Dan kemenangan dalam dua pertandingan mereka berikutnya menghidupkan kembali harapan finis empat besar, membawa Spurs dalam tiga poin dari Chelsea di urutan keempat.
Namun kekalahan kandang dari The Blues mengawali rekor buruk hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Jose Mourinho berujar:
"Dengar, jika Anda ingin tahu apa yang ingin saya lakukan di sini, lihat pertandingan pertama saya melawan West Ham. Ide strategi yang saya coba kembangkan tim. Bermain dengan sistem bertahan empat pemain dan mengandalkan tiga pemain bertahan saat menyerang. Permainan overload yang coba saya kembangkan.
"Tapi saya mendapatkan kesialan di hari pertama, Ben Davies, cedera. Ia adalah pemain ideal di sisi pertahanan kiri untuk mengembangkan ide yang saya usung. Saya pikir semuanya dimulai dengan Hugo Lloris. Kamu kehilangan kiper utamamu begitu lama dan kemudian, dalam kasus yang saya alami, tim kehilangan Ben ketika mencoba mengembangkan sebuah ide untuk membuat tim berkembang."
Selanjutnya mimpi buruk didapat Jose Mourinho. Mesin gol utama Tottenham, Harry Kane, cedera parah yang membuatnya absen hingga bulan April (dan mungkin saja lebih lama lagi).
Tak berhenti sampai di situ, Jose Mourinhomenghadapi persoalan baru. Moussa Sissoko juga tumbang karena cedera. Sang pemain punya peran vital di lini tengah. Jose tak punya pemain pengganti yang ideal. Tanguy Ndombele, pemain yang didatangkan Tottenham Hotspur dengan banderol mahal 65 juta poundsterling hingga pertengahan musim gagal mengembalikan kondisi kebugarannya usai cedera jelang Premier League bergulir.
MU Ingin Perpanjang Kontrak Nemanja Matic
Manchester United (MU) ternyata masih mebutuhkan tenaga Nemanja Matic. Karena itu, MU dikabarkan segera memperpanjang kontrak sang gelandang dalam waktu dekat ini.
Sejak musim 2019/2020 dimulai, ada banyak rumor beredar mengenai Matic. Banyak yang mengatakan bahwa pemain asal Serbia itu tengah tidak bahagia di MU akibat jam bermainnya yang terbatas.
Alhasil ia dirumorkan akan pindah di Bulan Januari ini. Hal ini dikarenakan kontraknya akan berakhir di musim panas tahun 2020 ini.
Namun The Sun melansir bahwa Matic tidak akan pergi dari United di bursa transfer kali ini. Sebaliknya, manajemen MU akan memberikan kontrak baru terhadap sang gelandang.
Mengapa MU menawarkan kontrak baru kepada Matic?
Menurut laporan tersebut, MU akan melakukan manuver untuk mempertahankan Matic.
Yang pertama mereka akan mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak otomatis Matic. Klausul ini membuat Matic akan bertahan di Old Trafford hingga tahun 2021.
Setelah itu, Matic akan ditawari kontrak baru yang durasi dan nilainya masih dirahasiakan.
Matic sendiri santer dirumorkan akan pindah ke Italia.Ia diberitakan akan bereuni dengan mantan pelatihnya, Antonio Conte di Inter Milan.
Selasa, 14 Januari 2020
Peluang MU Dapatkan Gelandang Ajax Membesar
Manchester United (MU) semakin berpeluang mendapatkan gelandang Ajax Amsterdam Donny van de Beek. Pemuda 22 tahun itu rencananya akan direkrut pada bursa transfer Januari 2020 ini.
Van de Beek masuk radar MU untuk membenahi lini tengah. Setan Merah baru saja ditinggal dua gelandang andalannya akibat cedera yakni Scott McTominay dan Paul Pogba.
Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan menginginkan Van de Beek untuk bisa mengisi kekosongan akibat cederanya Pogba dan McTominay.
Di tengah kabar ketertarikan MU, Van de Beek dilaporkan Sky Sports membuka peluang untuk menjajal kerasnya persaingan di Liga Inggris.
Meski Van de Beek siap pindah ke Inggris, MU kabarnya masih belum membuka pembicaraan dengan sang pemain maupun dengan perwakilan Ajax.
Untuk mendapatkan Van de Beek, MU harus terlibat persaingan sengit dengan Real Madrid. Los Blancos menyiapkan Van de Beek sebagai penerus Toni Kroos yang sudah termakan usia.
Harga Van de Beek masih cukup mahal. Ajax kemungkinan hanya akan melepasnya jika mendapatkan proposal transfer di atas 40 juta euro. Van de Beek masih terikat kontrak sampai 2022.
Selain Van de Beek, sebenarnya MU masih memiliki beberapa gelandang alternatif untuk didatangkan. Antara lain Jack Greaslish (Aston Villa), Sean Longstaff (Newcastle United) dan Arturo Vidal (Barcelona)
Ketajaman Aguero Bikin Gabriel Jesus Geleng-Geleng
Striker Manchester City, Gabriel Jesus, mengaku kagum dengan rekannya, Sergio Aguero. Menurut dia, pemain asal Argentina itu adalah jaminan gol.
Aguero mencetak hattrick saat City membantai Aston Villa 6-1 dalam lanjutan Liga Inggris di Villa Park, akhir pekan lalu. Tiga gol The Citizens lainnya terlahir dari Riyad Mahrez (2), dan Jesus.
Tiga gol tambahan tersebut membuat Aguero kini mengoleksi 177 gol di Liga Inggris, sama dengan pemain legendaris Chelsea Frank Lampard. Aguero menempati peringkat empat daftar top skorer sepanjang masa kompetisi yang hingga kini masih dipegang Shearer dengan 260 gol.
Menurut Jesus, Aguero adalah predator sejati di kotak penalti. Ia pun ingin banyak belajar dari eks pemain Atletico Madrid tersebut.
"Aguero adalah legenda. Dia adalah legenda Liga Premier, legenda klub. Ketika dia pergi ke lapangan, dia selalu mencetak gol, Dia adalah pria yang hebat dan legenda tentu saja. Saya harus belajar darinya. Saya di posisi yang sama jadi saya harus belajar," kata Jesus di Soccerway.
“Tentu saja saya pikir sepak bola kami berbeda. Dia lebih dari seorang striker, lebih seperti finisher, jadi tentu saja saya harus belajar darinya. Kami bekerjasama setiap hari. Saya bisa belajar darinya. Jadi, itu yang harus saya lakukan," Jesus menambahkan.
Gabriel Jesus sendiri musim ini sudah membela City dalam 28 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menyumbangkan 14 gol dan tujuh assist.
Senin, 13 Januari 2020
Mengenal Sergio Farias, Pelatih Baru Persija Jakarta yang Kaya Pengalaman
Persija Jakarta telah memastikan pelatih asal Brasil, Sergio Farias, menjadi arsitek tim berjulukan Macan Kemayoran itu pada musim kompetisi 2020. Pelatih berusia 52 tahun ini punya sejumlah catatan meraih gelar juara sebagai manajer tim, tapi tidak dalam dekade terakhir.
Sergio Farias ditunjuk menjadi pelatih Persija Jakarta untuk musim 2020 dengan durasi kontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan. Seperti yang diungkapkan Presiden Persija, Ferry Paulus, dalam situs resmi klub, Farias pernah membawa klub Korea Selatan, Pohang Steelers meraih sejumlah gelar juara, hingga yang terbaik di Asia.
"Sergio sebelumnya pernah membesut klub profesional asal Korea Selatan dan berhasil menjadi kampiun di liga dan menjadi juara antarklub di Asia. Itu pertimbangan kami merekrutnya. Kami yakin bisa membawa Persija juara sesuai target kami," ujar Ferry Paulus.
Catatan juara Farias memang paling banyak diraih saat membesut Pohang Steelers. Datang ke klub Korea Selatan itu pada 2005, Farias memberikan empat gelar juara, yaitu gelar K-League 2007, Korean FA Cup 2008, K-League Cup 2009, dan Liga Champions Asia 2009.
Keberhasilan membawa Pohang Steelers menjadi juara Liga Champions Asia 2009 membuat Farias mendapatkan kesempatan untuk membawa tim berkiprah di Piala Dunia Antarklub 2009. Pohang Steelers pun menjadi tim peringkat ketiga dalam turnamen yang melibatkan juara dari kompetisi terbaik di setiap benua itu.
Sebelum mempersembahkan begitu banyak gelar juara untuk Pohang Steelers, Farias membawa Timnas Brasil U-17 menjadi yang terbaik di Kejuaraan Amerika Selatan pada 2001. Setelah itu membawa klub Uniao Barbarense menjadi juara Serie C Brasil 2004. Catatan itu tentu menjadi warna menarik bagi Persija Jakarta yang kini merekrutnya menjadi pelatih kepala untuk musim 2020.
10 Tahun Terakhir Tanpa Gelar Juara
Keberhasilan Sergio Farias membawa Pohang Steelers meraih sejumlah gelar juara membuat pelatih asal Brasil ini pun diminati banyak klub Asia. Maklum Pohang Steelers merupakan tim Asia pertama yang dibesut Farias dalam kariernya.
Namun, bersama Pohang Steelers Farias juga meraih gelar juara yang terakhir dalam karier kepelatihannya hingga saat ini. Selama 10 tahun terakhir, tak ada satu pun gelar juara dipersembahkan Farias untuk delapan tim yang dibesutnya sebelum bergabung bersama Persija Jakarta.
Setelah meninggalkan Pohang Steelers, Farias membesut klub Arab Saudi, Al Ahli, pada 2010. Namun, klub besar di Arab Saudi itu tak berhasil meraih gelar juara pada saat Farias berada di sana, di mana runner-up Crown Prince Cup 2009-2010 adalah pencapaian terbaiknya.
Hanya sesaat berada di Al Ahli, Farias kemudian hijrah ke Uni Emirat Arab dan menangani klub Al Wasl. Tanpa gelar di UEA, Farias kemudian melanjutkan petualangan Asia ke China dengan membesut Guangzhou R&F selama 1,5 tahun dan kembali tanpa gelar juara.
Farias pun kemudian pulang ke kampung halamannya dan membesut tim asal Rio de Janeiro, Duque de Caxias. Hanya sebentar di Brasil, Farias kemudian mendapatkan tawaran untuk menjajal karier di Thailand dan menangani Suphanburi pada 18 Desember 2014 hingga 13 Agustus 2015.
Kembali tanpa gelar di Thailand, Farias mencoba peruntungan ke India dan bergabung bersama NorthEast United FC pada 2016, tepatnya pada 13 Mei. Namun, pada 9 Juli pada tahun yang sama, Sergio Farias mundur dan kembali ke Thailand untuk membesut Suphanburi lagi.
Sayang, bersama Suphanburi untuk keduanya tak juga membuat Farias berhasil meraih gelar juara. Hanya satu musim bersama tim Thailand itu, Farias pun kembali pergi.
Kemudian pada 2018, Farias menjajal peruntungan ke Sudan dengan menangani Al Hilal. Sayang, kariernya di sana hanya hitungan bulan. Pada tahun itu, Al Hilal sampai menjajal banyak pelatih, termasuk Mohamed Eltayeb, Irad Zaafouri, dan Lamine N'Diaye.
Pada musim lalu, Farias mencoba untuk hijrah ke Mesir dan menangani Tala'ea El Gaish SC. Satu hal yang menarik, Farias datang pada 11 Juli 2019 setelah pelatih sebelumnya, Luc Eymael mundur pada 28 Mei 2019. Artinya, Farias hanya dua pekan menangani tim asal Mesir yang finis di posisi kedelapan dalam Liga Premier Mesir 2018-2019 itu karena musim berakhir pada 28 Juli 2019.
Lantas, apakah Persija Jakarta bisa berharap banyak terhadap Sergio Farias pada musim kompetisi 2020? Mengingat pelatih yang terakhir kali mengenyam gelar juara pada 2009 itu kesulitan untuk membawa timnya menjadi juara dalam 10 tahun terakhir.
Takumi Minamino Cocok dengan Skema Permainan Liverpool
Mantan penyerang Timnas Inggris, Alan Shearer, yakin Takumi Minamino akan cocok dengan skema permainan di Liverpool. Apalagi, Minamino bisa tampil di berbagai posisi, khususnya di lini depan.
Pemain asal Jepang tersebut direkrut Liverpool dari RB Salzburg pada Desember 2019. Minamino tak butuh waktu lama untuk menjalani debutnya bersama tim asuhan Jurgen Klopp tersebut.
Dia langsung dimainkan pada pertandingan melawan Everton di Piala FA Cup pada 5 Januari kemarin. Klopp menjadikan Minamino sebagai starter.
Sayangnya, pria berusia 24 tahun tersebut tak bisa mencetak gol meski dimainkan sebagai penyerang tengah. Klopp kemudian menariknya keluar pada menit ke-70 dan digantikan Alex Oxlade-Chamberlain.
Takumi Minamino memiliki tugas berat di Liverpool. Dia harus bisa bersaing dengan Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino untuk menempati pos di sektor depan. Kemudian masih ada juga Divock Origi dan Xherdan Shaqiri.
Ia juga harus beradaptasi dengan lingkungan barunya, yang levelnya jelas jauh di atas liga Austria. Namun demikian, Shearer yakin Minamino bakal bisa bersaing dan beradaptasi dengan baik di Liverpool.
"Dia mencetak gol (di Anfield saat melawan Liverpool), 24 tahun. Ketika Anda melihat harga yang telah mereka bayar untuknya, sedikit di atas 7 juta poundsterling adalah klausul rilisnya," ujar Shearer.
"Dia saya rasa akan menyatu dengan sempurna ke dalam tim ini, (di mana sebenarnya) akan sangat sulit untuk masuk ke dalamnya," lanjutnya.
"Dalam hal di mana bermain, dia bisa tampil di mana saja di sepanjang garis depan Liverpool. Dia sudah punya sembilan gol musim ini jadi peluang yang sangat bagus baginya," seru Shearer.
Sementara itu, Takumi Minamino mengakui ada banyak kemiripan antara Liverpool dengan RB Salzburg. Meski demikian, eks pemain Cerezo Osaka ini merasa harus lebih beradaptasi dengan skuat asuhan Jurgen Klopp tersebut.
"Cara kami menekan secara agresif, cara kami menekan balik, cara kami menggunakan ruang di antara kedua area permainan mirip dengan Salzburg," ucap Minamino.
"Namun sistemnya tidak sama, karena itu saya harus memahami perbedaannya dan mencocokkan diri dengan tim," tandasnya.
Takumi Minamino belum mendapat kans untuk menjalani debutnya bersama Liverpool di Premier League. Dia hanya duduk di bangku cadangan saat The Reds menang 1-0 atas Tottenham Hotspur, Sabtu (11/1/2020).
Langganan:
Postingan (Atom)
Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Tidak banyak yang menyadari bahwa pasangan yang mengalami kudis dapat menularkan penyakitnya ini melalui hubungan seks. Padahal, kudis terma...
-
Cerita Dewasa : Awal nya Untuk bertanya langsung padanya aku tidak berani Takut dia jadi tahu bahwa sebenarnya perbuatannya dengan ibuku...
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3018281/original/094833400_1578646558-20200110_PBSI_MalaysiaMasters_QF_HendraAhsan2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3007930/original/040823600_1577602840-Jose_Mourinho_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3019226/original/088961700_1578787938-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1798623/original/006070600_1513068672-van_de_beek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1706114/original/018856000_1505104165-Gabriel_Jesus_-_Sergio_Aguero.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3019588/original/074863100_1578840406-000_Nic398236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3013297/original/052086000_1578275432-20200106-Aksi_Takumi_Minamino_Saat_Debut_Bersama_Liverpool-1.jpg)