Senin, 23 September 2019
Hadapi Bali United, Bintang Anyar Persebaya Ingin Kembali Curi Perhatian
Diogo Campos berambisi mempertahankan performa saat Persebaya Surabaya menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (24/9/2019).
Pemain berusia 28 tahun itu tampil pada debut bersama Persebaya. Diogo Campos menyumbang gol dan dua assist saat Bajul Ijo menaklukkan PSIS Semarang, Jumat (20/4/2019).
Mantan pemain Kalteng Putra itu mengakui laga mendatang bakal sulit karena status Bali United sebagai pimpinan klasemen Shopee Liga 1 2019. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat Diogo Campos.
"Kalau bisa saya ingin tampil seperti sebelumnya. Kalau fokus, kami bisa menang di kandang sendiri. Kami ingin mendekati Bali United," katanya, dilansir situs resmi klub.
Tambahan tiga angka dari PSIS mengangkat posisi Persebaya ke posisi empat klasemen sementara. Namun, mereka masih tertinggal 15 poin di belakang Bali United.
Keberadaan Otavio Dutra dan David da Silva yang berasal dari Brasil membantu Diogo Campos cepat beradaptasi di Persebaya. Tidak bisa bahasa Inggris, dia perlu kehadiran penerjemah untuk mengetahui instruksi dari tim pelatih maupun rekan.
"Menjalani debut hingga bisa kasih assist dan cetak gol. Tapi bisa tiga poin itu yang paling penting. Senang sekali bisa menang," kata Diogo Campos.
Jadi Warga Negara Spanyol, Ansu Fati Malah Harapkan Portugal
Wonderkid Barcelona, Ansu Fati selangkah lagi bakal gabung dengan Timnas Spanyol. Proses naturalisasinya sudah diterima pemerintah Spanyol pada Jumat (20/9/2019).
Sejatinya, ini bukan menjadi impian Ansu Fati dan keluarga. Sang ayah menginginkan pemain 16 tahun itu gabung dengan timnas Portugal sejak lama.
Ansu Fati sendiri lahir di Guineea Bissau. Namun dia sudah hidup di Spanyol untuk beberapa lama.Dia sepertinya bakal diplot untuk gabung dengan Spanyol U-17. Dia akan main di Piala Dunia U-17 di Brasil pada Oktober nanti.
Sang ayah, Bori Fati mengatakan gabung Portugal sudah menjadi harapan sang anak dan dirinya ketimbang Spanyol.
"Mimpi saya ingin melihat dia main untuk Portugal. Saya pikir ini juga mimpi dia, tapi sekarang itu sulit," katanya seperti dikutip Marca.
Upaya untuk menjadi warga Portugal sebenarnya sudah dicoba Bori Fati. Dia mengaku sudah bicara dengan federasi sepak bola Portugal.
"Beberapa waktu lalu, saya bicara dengan direktur di Federasi Sepak Bola Portugal. Perbincaraannya positif dan kami sepakat untuk bicara, tapi orang itu tidak menelpon saya kembali," katanya.
"Sekarang, setelah penampilan yang dilakukannya di Barcelona, tekanan dari Spanyol begitu besar. Saya juga dikontak langsung oleh presiden RFEF."
Kalah dari Granada, Barcelona Lakukan Start Terburuk
Barcelona secara mengejutkan kalah 0-2 dari Granada pada lanjutan La Liga, Minggu (22/9/2019) dinihari WIB. Kekalahan ini menambah panjang catatan buruk Blaugrana di awal musim 2019-2020.
Dari lima laga yang dilakoni, Barcelona baru mendapat tujuh poin. Pasukan Ernesto Valverde sudah menelan dua kekalahan sehingga terpuruk di posisi tujuh klasemen La Liga.
Dengan baru mendapat tujuh poin dari lima laga, Barcelona melakukan start terburuk di La Liga sejak musim 1994-1995 (pada era satu kemenangan dinilai tiga poin). Ketika itu Barcelona juga mendapat tujuh poin.
Terpuruknya Barcelona tak lepas dari buruknya kinerja pertahanan mereka. El Barca sudah kemasukkan sembilan gol.
Dalam empat laga beruntun di La Liga, gawang Barcelona selalu kemasukkan dua gol. Menurut catatan Gracenote Live, hal ini tak pernah terjadi sejak tahun 2009 pada era Josep Guardiola.
Barcelona praktis tak pernah menang di tiga laga awal pada awal La Liga 2019-2020. Situasi ini baru terjadi pertama kali sejak 1994-1995 ketika ditangani almarhum Johan Cruijff.
Granada justru menjadi pemuncak klasemen sementara La Liga. Secara mengejutkan Granada mengumpulkan 10 poin dan baru kalah sekali.
Presiden FIFA Minta Italia Meniru Cara Inggris Perangi Rasialisme
Rasialisme jadi musuh yang sulit diperangi dari sepak bola Italia. Romelu Lukaku menjadi salah satu korbannya. Pemain asal Belgia itu mendapat perlakukan rasial dari para pendukung lawan saat Inter Milan bertemu Cagliari pada Seri A beberapa waktu lalu.
Mereka menirukan suara monyet saat Lukaku mengeksekusi tendangan penalti. Aksi ini sempat membuat kesal Lukaku yang baru saja menjelajah ke sepak bola Negeri Piza itu.
Lukaku bukan korban pertama. Aksi tidak terupuji para tifosi A sudah lama mengotori Serie A. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyadari hal ini. Dia bahkan menyebut, aksi rasialisme di sepak bola Italia sama sekali tidak menunjukkan perubahan dari tahun ke tahun.
"Tidak boleh ada aksi rasialisme dalam sepak bola," kata Infantino dilansir BBC.
"Di Italia, situasi tidak berubah," kata pengganti Sepp Blater itu.
Kegelisahan ini disampaikan Infantino menganggapi aksi rasialisme yang menodai laga Atlanta dan Fiorentina, Minggu lalu. Dalam duel yang berakhir imbang 2-2 ini, pemain Fiorentina asal Brasil, Dalbert menyampaikan kepada wasit kalau telah menjadi korban aksi rasial penonton. Akibat insiden ini, laga Serie A itu pun sempat dihentikan.
Rasialisme harus diperangi lewat pendidikan, kecaman, dan diskusi," kata Infantino.
Menurut Infantino, tidak semua suporter melakukannya. Karena itu, dia berharap para pelaku bisa diidentifikasi dan mengeluarkan mereka dari stadion untuk selamanya. Menurut Infantino cara seperti ini terbukti ampuh untuk meredam aksi rasialisme di Inggris.
"Anda harus mencari sosok yang bertanggung jawab dan melempar mereka keluar stadion. Seperti di Inggris, anda perlu hukuman seperti ini. Anda tidak perlu takut memerangi rasialisme, kita perlu melawan mereka sampai mereka berhenti," bebernya.akumain.com
Minggu, 22 September 2019
Alasan Anthony Ginting Tumbang di Final China Open 2019
Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting urung mempertahankan gelar China Open. Usai pertandingan, Anthony mengaku terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga kalah dari pemain Jepang Kento Momota.
Pada laga final China Open 2019, Minggu (22/9/2019), Anthony kalah dalam tiga gim kontra Momota dengan skor 21-19, 17-21, 19-21.
Meskipun ditaklukkan Momota, perjuangan Anthony melawan pemain nomor satu dunia tersebut patut diacungi jempol. Kedua pemain sudah saling berkejaran angka sejak gim pertama.
Anthony yang bermain menyerang, terus menekan pertahanan Momota dengan jumping smash andalannya.
Namun, di gim kedua Anthony terlalu banyak membuat kesalahan-kesalahan sendiri yang terus menambah perolehan poin Momota. Gim penentuan terpaksa dimainkan.
Pada gim ketiga, Anthony sempat membuka peluang saat tertinggal 16-19 dan menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Namun, Momota akhirnya menutup gim dengan kemenangan sekaligus membalas kekalahannya di final tahun lalu.
"Memang ketat pertandingannya, waktu ketinggalan 3-9 di gim ketiga, memang saya banyak mati sendiri. Waktu ketinggalan itu saya pikir coba saja, kan belum gim," kata Anthony.
"Semua ragu dibuang saja, yang penting saya coba dulu. Di akhir itu saya memang kesal sendiri karena mengulang lagi bikin kesalahan," tutur Anthony soal pertandingan.
"Ragu itu muncul dari pikiran yang tidak dikontrol, jadi tadi saya coba balik fokus, yang penting siap capek dulu. Waktu itu saya coba mengubah strategi dan banyak dapat poin. Tapi saya ketinggalan terlalu jauh, sehingga Momota sudah antisipasi dan kembali ke pola awal," ujarnya.
Indonesia telah memastikan gelar ganda putra lewat pertemuan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Juventus Masih Kejar Isco
Juventus masih menginginkan gelandang Real Madrid, Isco. Bianconeri akan berupaya mendapatkan tanda tangan pemain asal Spanyol itu pada bursa transfer musim panas tahun depan.
Juve sudah sejak lama kepincut dengan gelandang asal Spanyol tersebut. La Vecchia Signora butuh pemain bernama lengkap Francisco Roman Alarcon Suarez tersebut untuk menjadi kreator di lini tengah.
Manajemen Juventus pun coba mendekati Isco pada bursa transfer Januari 2019. Namun, upaya tersebut tak terealisasi, karena si pemain masih ingin bertahan di Real Madrid.
Kendati begitu, Juve masih belum menyerah dan kembali melakukan pendekatan kepada Isco pada musim panas tahun ini. Tetapi lagi-lagi, pemain berusia 27 tahun tersebut lebih memilih tetap berseragam Los Blancos.
Padahal, Isco tak selalu menjadi pilhan utama di Madrid. Dia kalah bersaing dengan Luka Modric, Toni Kroos, dan Casemiro untuk menempati pos di lini tengah.
Juventuspun akan coba upaya ketiga mendatangkan Isco pada bursa transfer musim panas tahun depan. Kali ini, Juve berharap rencana transfer mantan pemain Malaga itu benar-benar terwujud.
Cetak Gol Perdana untuk Munchen, Coutinho Masuk Buku Sejarah
Philippe Coutinho akhirnya mencetak gol perdananya untuk Bayern Munchen. Coutinho menyumbang satu gol saat menang 4-0 atas FC Koln pada laga Bundesliga, Sabtu (21/9/2019).
Coutinho mencetak satu gol lewat eksekusi penalti. Tiga gol kemenangan Munchen lainnya disumbang Ivan Perisic dan Robert Lewandowski dengan dua gol.
Gol ini menjadi yang pertama disumbangkan Coutinho untuk Munchen. Pemain asal Brasil ini bergabung dengan status pinjaman dari Barcelona pada musim panas lalu.
Dengan mencetak gol perdana di Bundesliga, Coutinho masuk buku sejarah rekor unik. Dia menjadi pemain kelima yang bisa membuat gol di empat liga top Eropa, Serie A, Liga Premier, La Liga dan Bundesliga.
Empat pemain sebelum Coutinho yang mampu melakukannya adalah Bojan Krkic, Kevin Prince Boateng, Jonathan de Guzmand an Obafemi Martins.
Coutinho membuat gol di Serie A bersama Inter Milan, sedangkan saat di Liga Premier dilakukan ketika memperkuat Liverpool. Coutinho juga mampu membuat gol di La Liga bersama Barcelona.
Keberhasilan Coutinho ini tak lepas dari peran Lewandowski. Pemain asal Polandia itu menyerahkan tugas mengeksekusi penalti kepada Coutinho. Padahal Lewandowski berpeluang membuat hat-trick.
Langganan:
Postingan (Atom)
Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Tidak banyak yang menyadari bahwa pasangan yang mengalami kudis dapat menularkan penyakitnya ini melalui hubungan seks. Padahal, kudis terma...
-
Cerita Dewasa : Awal nya Untuk bertanya langsung padanya aku tidak berani Takut dia jadi tahu bahwa sebenarnya perbuatannya dengan ibuku...
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape.png,520,20,0)/kly-media-production/medias/2914001/original/077305300_1568720806-Diego_Campos_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2893616/original/098929900_1566882785-000_1JR62Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2918133/original/055684000_1569118147-20190921-Barcelona-Kalah-dari-Granada-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2898902/original/091806500_1567391283-AP19238731649399.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2918413/original/097104300_1569148967-20190922_PBSI_ChinaOpenS1000_Final_Anthony3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2758407/original/030747000_1553230425-2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2918103/original/024525000_1569110908-Bayern_Munchen_Vs_Koln_01.jpg)