Minggu, 11 Agustus 2019

3 Penyebab Terpisahnya Benua di Dunia pada 250 Juta Tahun Lalu


Teori lempeng tektonik klasik dikembangkan pada 1960-an. Teori ini mengusulkan bahwa lapisan luar planet kita terdiri dari sejumlah lempeng kaku yang dipisahkan oleh batas-batas sempit.

Permukaan Bumi dapat dilihat sebagai puzzle sederhana, dengan hanya sembilan lempeng besar dan beberapa yang lebih kecil.

Namun, ketika model lempeng tektonik dunia pertama kali dikembangkan, disebutkan bahwa ada deformasi yang sangat besar yang dialami oleh lempeng-lempeng kaku tersebut. Demikian seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (11/8/2019).

Teori lempeng tektonik klasik dikembangkan pada 1960-an. Teori ini mengusulkan bahwa lapisan luar planet kita terdiri dari sejumlah lempeng kaku yang dipisahkan oleh batas-batas sempit.

Permukaan Bumi dapat dilihat sebagai puzzle sederhana, dengan hanya sembilan lempeng besar dan beberapa yang lebih kecil.

Namun, ketika model lempeng tektonik dunia pertama kali dikembangkan, disebutkan bahwa ada deformasi yang sangat besar yang dialami oleh lempeng-lempeng kaku tersebut. Demikian seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (11/8/2019).

Lima puluh tahun setelah revolusi lempeng tektonik, para peneliti cukup yakin bahwa bagian lempeng benua tidak seragam, juga tidak kaku.

Pemisahan besar kemudian perlahan-lahan memindahkan benua-benua ini, melintasi lapisan mantel di bawahnya, menekankan benua, dan memutarbalikkan kerak Bumi. Ini adalah proses yang telah terjadi selama jutaan tahun silam.

Dalam sebuah penelitian baru yang dilakukan baru-baru ini, para ilmuwan menggandeng tim periset internasional untuk membangun model komputer teranyar.

Model tersebut menunjukkan seberapa besar perubahan bentuk benua sejak Periode Trias, sekitar 250 juta tahun lalu.

Contohnya, kala itu, Pangaea superkontinen mulai pecah, yang lalu merobek lapisan antara Afrika dan Amerika Utara.

Animasi di atas menunjukkan gerakan lempeng tektonik dan evolusi deformasi yang berhubungan dengan pecahnya Pangea (Kredit: Sabin Zahirovic).

Para ilmuwan juga merinci pemahaman baru tentang 3 penyebab pemisahan benua terebut dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Mei 2019 di jurnal Tectonics.

Tim riset terdiri dari Dietmar Muller, Professor Geofisika di University of Sydney; Maria Seton, ARC Future Fellow di University of Sydney; dan Sabin Zahirovic, Asosiasi Periset Postdoctoral di University of Sydney.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...