Kamis, 15 Agustus 2019

Prediksi Menteri Muda di Kabinet Jokowi, Siapa Masuk Bursa?


Sejumlah nama pun tokoh muda pun mencuat. Dari parpol misalnya, nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (41 tahun), Angela Tanoesoedibjo (32 tahun) dan Prananda Paloh (30 tahun) muncul. Sedangkan dari nonparpol ada nama CEO Bukalapak Ahmad Zaky (32 tahun), bos Gojek Nadiem Makarim (35 tahun), Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak (35 tahun).

Sekjen Nasdem Johnny G Plate menyatakan, pihaknya menetapkan kompetensi tinggi terkait sosok menteri yang disodorkan ke Jokowi. Termasuk sosok muda yang diajukan menjadi menteri.

"Bukan asal muda. Pertimbangan kami adalah profesionalisme. Nasdem yang senior banyak, yang muda banyak, profesional banyak," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Jhonny enggan menyebut siapa sosok muda kadernya yang layak menjadi menteri Jokowi. Termasuk juga dengan figur Prananda Paloh yang disebut-sebut masuk daftar menteri muda Jokowi.

"Enggak perlu (sebut nama), nanti dikutip," katanya.

"Biar Pak Jokowi saja nanti yang menentukan. Jaga dong adab politik," sambungnya.

Terkait Prananda, Johnny menyatakan sudah ada warning dari Ketua Umum Nasdem Surya Paloh agar dia fokus di DPR dulu dan tidak jadi menteri.

Sebelumnya, Surya Paloh memastikan, tidak akan  memberikan restu Prananda Paloh menjadi menterinya Jokowi. 

"Prananda anak saya, dia sih gagah tapi kurang cocok jadi menteri. Kalau Nanda mau ya silakan saja," katanya di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu 14 Agustus 2019.

Menurut Surya, Prananda masih terbilang terlalu muda untuk menjabat sebagai seorang menteri.

"Biar dia lebih berproses. Itu kan pandangan saya, kalau Nanda mau ya silakan saja. Biar fokus untuk di dewan dulu," ujarnya.

Surya mengaku belum mendengar siapa nama-nama menteri yang dipilih Jokowi. Namun, dia tak mempermasalahkan tersebut.

"Apapun bentuknya, mau 25 persen, mau 35 persen itu hak prerogatif presiden," kata Surya.

Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman mengaku sepakat agar anak muda diberi panggung di kabinet Jokowi mendatang.

"Sudah waktunya yang muda diberi kepercayaan menjadi menteri," ungkapnya.

Maman mengatakan, tantangan global ke depan sangat dinamis. Perubahan berlangsung cepat dan luar biasa. Itu sebabnya dibutuhkan sosok muda yang berani ambil risiko.

"Tapi tetap harus terukur dan memiliki keberanian untuk inovasi baru," ujarnya.

Golkar sendiri, sambung dia, memiliki banyak figur muda yang layak diplot menjadi menteri Jokowi lima tahun ke depan.

"Golkar memiliki cukup banyak kader potensial muda dengan jam terbang tinggi," jelasnya.

Hanya, Maman enggan membeber nama-nama kader muda Golkar yang dianggapnya layak jadi menteri Jokowi.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku menerima keputusan Jokowi soal komposisi kabinet di periode kedua yang akan didominasi kalangan profesional. Airlangga menyerahkan hal tersebut ke Jokowi.

"Kabinet itu hak prerogatifnya presiden," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Airlangga tak banyak berkomentar terkait jatah menteri yang diberikan Jokowi untuk partai politik pengusungnya. Dia menyebut, jatah 45 persen kursi untuk parpol hampir sama dengan periode Jokowi-JK.

"Ya itu kan mengacu mirip dengan periode sekarang," ujar Airlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya

Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...