Sabtu, 10 Agustus 2019
Kisah Tragis Pengabdian Taruna Akmil Blasteran Enzo Allie
Ingin menjadi prajurit TNI yang saleh, keinginan seorang pemuda bernama Enzo Zenz Allie jauh sebelum menjadi Taruna Akmil.
Hal itu diutarakannya kepada guru kimianya saat duduk di bangku sekolah menengah atas, Deden Ramdani. Masjid Nurul Mahmudah, Al Bayan, menjadi saksi ucapan Enzo seusai salat asar.
"Enzo pernah menyampaikan ke saya kalau dia ingin menjadi prajurit TNI saleh. Itu saya merinding dengernya," kata Deden Ramdani, guru kelas Enzo, saat ditemui di ruangannya, Rabu 7 Agustus 2019.
Al Bayan berlokasi di Desa Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Bila dari arah Kota Cilegon menuju Pantai Pasir Putih Anyer, maka sekolah SMA sekaligus pondok pesantren (ponpes) itu berada di sebelah kiri jalan.
Enzo merupakan putra dari pasangan almarhum Jean Paul Francois, warga negara Prancis, dan ibu seorang warga negara Indonesia bernama Siti Hajah Tilaria.
"Enzo selama di pesantren memang lebih tekun, lebih giat, lebih rajin dari siswa pada umumnya guna mengejar cita-citanya yang ingin menjadi militer," terangnya.
Sejak kelas 10 SMA di Al Bayan, Enzo Zenz Allie menang dikenal giat melatih kemampuan fisiknya, agar lolos menjadi Taruna Akmil. Bahkan, dia mampu push up 100 kali dalam sehari. Enzo juga kerap berlari di pantai Anyer saat sore hari.
"Tidak jarang saya melihat dia lari sendirian gitu yah. Bahkan, sebelum subuh pernah saya lihat (lari) sendirian. Karena dia menyadari akan ke Akmil," jelasnya.
Enzo memang terkenal gigih. Saat masuk ke SMA Boarding School Al Bayan, Enzo masih kesulitan berbahasa Indonesia. Mau tak mau, dia harus mendalami mata pelajaran tersebut kepada seorang guru bernama Yudi.
Bahkan, saat malam hari, Enzo mendatangi mess gurunya dan belajar di masjid sekolah untuk memperdalam Bahasa Indonesia.
"Ketika ada kesulitan biasanya curhat ke (guru bagian) kurikulum. Dia sampai minta tambahan waktu untuk privat Bahasa Indonesia. Saya persilakan silaturahim, baik ke rumahnya (guru) maupun di masjid," kata Deden Ramdani.
Di lain sisi, pihak sekolah meminta Enzo menularkan kemampuan Bahasa Prancis ke siswa lainnya.
Enzo lalu diangkat menjadi guru bagi teman-temannya untuk belajar Bahasa Prancis saat malam hari.
"Ada pekan bahasa namanya. Bahasa Prancis, dulu Enzo yang suka ngisi (mengajarkan). Kemudian Bahasa Inggris. Ada malam kebahasaan, bakda Magrib biasa dilaksanakan," terangnya.
Kini, Enzo Zenz Allie telah meraih mimpinya, menjadi Taruna Akmil.
Sosoknya mendadak viral setelah dirinya berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan Bahasa Prancis.
Namun, dari sinilah, masalah itu terjadi....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Liverpool Dibantai Watford, Berikut Deretan Angkanya
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Liverpooltidak berdaya di markas Watford, Vicarage Road, pada laga pekan ke-28 Liga Inggris, Sabtu (29/2/2020). Tampil dengan skuat terba...
-
Tidak banyak yang menyadari bahwa pasangan yang mengalami kudis dapat menularkan penyakitnya ini melalui hubungan seks. Padahal, kudis terma...
-
Cerita Dewasa : Awal nya Untuk bertanya langsung padanya aku tidak berani Takut dia jadi tahu bahwa sebenarnya perbuatannya dengan ibuku...
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2875041/original/020856600_1565151328-67760047_498723180875480_2119611922667836161_n.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar